Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Logo Porda Gunungkidul 2025. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kontingen Gunungkidul berhasil melampaui target 40 medali emas di Porda DIY di tahun ini. Pasalnya, hingga even ditutup di Alun-Alun Wonosari, Kamis (18/9/2025) malam, berhasil mengumpulkan 52 emas, 71 perak dan 113 perunggu.
Meski jumlah medali emas yang diraih sudah melebih target, tapi tidak mendongkrak posisi kontingen Bumi Handayani. Pasalnya, di klasemen akhir menduduki peringkat dua terbawah alias sama dengan peringkat di Porda 2022 lalu di Kota Jogja.
BACA JUGA: Pertamina Bantah Kuasai Impor BBM Satu Pintu
Saat itu, kontingen Gunungkidul berhasil mendapatkan 33 medali emas dan hanya unggul sedikit atas kontingen Kulonprogo yang menjadi juru kunci kejuaraan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengucapkan selamat kepada para atlet yang telah berjuang dalam gelaran Porda Gunungkidul 2025. Secara raihan, bisa melampaui target yang dicanangkan.
“Targertnya hanya 45 medali emas, tapi hingga kejuaraan ditutup, kontingen Gunungkidul berhasil memeroleh 52 medali emas. Kami ucapkan selamat kepada atlet, pelatiha maupun Masyarakat yang telah mendukung Gunungkidul sebagai tuan rumah porda ke-17,” kata Mbak Endah, Jumat (19/9/2025).
Meski demikian, ia mengakui untuk peningkatan prestasi maupun peringkat di klasemen porda membutuhkan semangat dan kerja keras. Pasalnya, di lihat dari raihan medali, kontingen Gunungkidul masih kalah jauh dengan Kota Jogja yang menduduki peringkat ketiga.
“Hasil porda, Dimana Gunungkidul menjadi tuan rumah menjadi penyemangat untuk bisa lebih mempersiapkan menyambut porda selanjutnya di Kulonprogo. Kami ingin membangun spirit dan mental bertarung para atlet agar bisa berprestasi maksimal,” katanya.
Wakil Geburnur DIY, KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara penutupan Porda 2025 mengatakan, ajang porda bukan semata-mata hanya untuk memperebutkan medali, tapi juga sebagai ruang membangun persaudaraan dan karakter.
“Semua yang ikut berpartisipasi adalah juara. Sebab, telah menunjukkan bahwa olahraga merupakan bahasa universal yang menyatukan kita. Sebagaimana pepatah Jawa, sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti, kekuatan sejati lahir dari ketulusan berjuang,” ungkapnya.
Wakil Gubernur berharap prestasi lahir dari porda dapat menjadi pijakan menuju ajang yang lebih besar. Pasalnya, sudah banyak even lain yang menuggu mulai dari PON, SEA Games, hingga Olimpiade.
“Teruslah berlatih dan berjuang, jangan cepat puas diri. Yogyakarta menaruh harapan besar pada atlet-atlet muda dari porda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..