Pemulihan SDN Kokap Pascalongsor Hampir Rampung, Siswa Ditargetkan Belajar Aman
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Daun pisang./Liputan.6
Harianjogja.com, KULONPROGO - Paguyuban lurah dan pamong se-Kulonprogo atau yang biasa dikenal dengan Bodronoyo mencanangkan pengurangan penggunaan plastik di seluruh kalurahan. Penggunaan plastik bisa diganti dengan memakai daun pisang atau kelapa yang lebih ramah lingkungan karena gampang terurai. Apalagi untuk di wilayah Kulonprogo daun pisang dan kelapa tidak terlalu sulit mencarinya karena masih banyak pohonnya.
Ketua Paguyuban Bodronoyo, Danang Subiantoro mengungkapkan, upaya program pengurangan penggunaan plastik sudah pernah dijalankan paguyubannya kala Iduladha lalu. Menurutnya ketika itu beberapa masjid sudah menerapkannya sehingga benar-benar nol persen sampah plastik. "Dan harapan kami ada gerakan yang sama seperti SE penggunaan kantong ramah lingkungan di kegiatan-kegiatan yang lain sehingga mendukung penggunaan kantong yang ramah lingkungan," katanya kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).
Danang pun mengajak, pelaksanaan saat Iduladha yang sudah diterapkan di beberapa masjid tersebut menjadi perenungan. Diharapkan ke depannya bisa terus menerapkan pengurangan penggunaan plastik untuk kegiatan yang mengundang massa banyak. Bahkan dalam lingkup masing-masing warga di seluruh kalurahan Kulonprogo dapat memiliki kesadaran dalam pengurangan penggunaan plastik.
BACA JUGA: SK Bupati Kulonprogo Soal Satgas MBG Terbit, Tidak Hanya Fokus Pengawasan
"Saya mengajak ke depan pengurangan penggunaan plastik menjadi gerakan bersama di semua kalurahan dan menggantinya pakai daun kelapa atau daun pisang," ujar pria yang juga menjabat sebagai Lurah Margosari, Kapanewon Pengasih ini. Danang menyampaikan diperkirakan saat Iduladha lalu sekitar 270 ribu paket daging menggunakan daun kelapa atau daun pisang atau daun jati yang dianyam sebagai pembungkusnya. Menurutnya menjadi penting mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan bahan alami yang mudah terurai agar menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah bagi generasi mendatang.
Meskipun hanya gerakan kecil mengganti penggunaan plastik tetapi memiliki dampak besar bagi lingkungan hidup masyarakat kalurahan di Kulonprogo. "Agar tetap bisa menikmati alam yang sehat tanpa tercemar plastik," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.