Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Para pelari saat mengikuti agenda Poncosari Pesisirun yang digelar pemuda kalurahan setempat melintasi Jembatan Pandansimo belum lama ini. /Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pembukaan Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kulonprogo urung terlaksana pada pertengahan September 2025.
Satker PJN DIY menyebut masih ada sejumlah pekerjaan minor yang membuat jembatan sepanjang 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter itu batal beroperasi sesuai rencana awal.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo mengatakan, masih ada sejumlah pengerjaan pelengkap sarana dan prasarana jembatan yang dilakukan sehingga pembukaan belum bisa dilakukan pertengahan September ini.
BACA JUGA: 50 Wajib Pajak yang Taat Dapat Penghargaan dari Pemkot Jogja
Menurutnya, salah satu faktor urung dibukanya proyek yang menelan anggaran Rp864 miliar itu yakni adanya kendala keterlambatan pengiriman lampu penerangan jalan umum (PJU).
“Kami masih menunggu penggantian lampu PJU, ada keterlambatan proses pengiriman barang. Semoga akhir bulan ini sudah terpasang,” kata Setiawan, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu arahan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait jadwal resmi pembukaan. “Sementara kami belum bisa memberikan tanggal pastinya. Apabila tidak ada peresmian, Jembatan Pandansimo tetap bisa beroperasi,” katanya.
Lurah Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, Supriyanto mengungkapkan masyarakat sudah mulai beraktivitas di sekitar area jembatan meski belum bisa dilewati. “Ada yang berjualan, ada juga yang sekadar swafoto di pintu masuk jembatan. Pekan lalu kami juga menggelar event sport tourism melewati jembatan Pandansimo,” ucapnya.
BACA JUGA: BSU Rp600.000 Cair, Cek di 3 Link Resmi Ini!
Supriyanto menilai kehadiran jembatan ini berpotensi besar mendongkrak perekonomian warga. Dengan panorama pesisir selatan yang terbentang luas, lokasi tersebut diyakini bisa menjadi magnet berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga event wisata.
“Potensinya tentu luar biasa, dengan lanskap pemandangan pesisir yang memanjakan mata, lokasi ini bisa jadi tempat gelaran berbagai macam kegiatan olahraga dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.