BNN Bantul Waspadai Peredaran Pil Sapi di SMP dan SMA
BNN Bantul mewanti-wanti peredaran pil sapi di SMP dan SMA. Edukasi, skrining, dan rehabilitasi diperkuat untuk melindungi pelajar.
Para pelari saat mengikuti agenda Poncosari Pesisirun yang digelar pemuda kalurahan setempat melintasi Jembatan Pandansimo belum lama ini. /Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pembukaan Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kulonprogo urung terlaksana pada pertengahan September 2025.
Satker PJN DIY menyebut masih ada sejumlah pekerjaan minor yang membuat jembatan sepanjang 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter itu batal beroperasi sesuai rencana awal.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo mengatakan, masih ada sejumlah pengerjaan pelengkap sarana dan prasarana jembatan yang dilakukan sehingga pembukaan belum bisa dilakukan pertengahan September ini.
BACA JUGA: 50 Wajib Pajak yang Taat Dapat Penghargaan dari Pemkot Jogja
Menurutnya, salah satu faktor urung dibukanya proyek yang menelan anggaran Rp864 miliar itu yakni adanya kendala keterlambatan pengiriman lampu penerangan jalan umum (PJU).
“Kami masih menunggu penggantian lampu PJU, ada keterlambatan proses pengiriman barang. Semoga akhir bulan ini sudah terpasang,” kata Setiawan, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu arahan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait jadwal resmi pembukaan. “Sementara kami belum bisa memberikan tanggal pastinya. Apabila tidak ada peresmian, Jembatan Pandansimo tetap bisa beroperasi,” katanya.
Lurah Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, Supriyanto mengungkapkan masyarakat sudah mulai beraktivitas di sekitar area jembatan meski belum bisa dilewati. “Ada yang berjualan, ada juga yang sekadar swafoto di pintu masuk jembatan. Pekan lalu kami juga menggelar event sport tourism melewati jembatan Pandansimo,” ucapnya.
BACA JUGA: BSU Rp600.000 Cair, Cek di 3 Link Resmi Ini!
Supriyanto menilai kehadiran jembatan ini berpotensi besar mendongkrak perekonomian warga. Dengan panorama pesisir selatan yang terbentang luas, lokasi tersebut diyakini bisa menjadi magnet berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga event wisata.
“Potensinya tentu luar biasa, dengan lanskap pemandangan pesisir yang memanjakan mata, lokasi ini bisa jadi tempat gelaran berbagai macam kegiatan olahraga dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNN Bantul mewanti-wanti peredaran pil sapi di SMP dan SMA. Edukasi, skrining, dan rehabilitasi diperkuat untuk melindungi pelajar.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.