Pancaroba Mengintai Bantul, DPRD Minta BPBD Siaga 24 Jam
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Harianjoga.com, BANTUL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebut dari sebanyak 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayahnya baru dua di antaranya yang resmi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikat itu disebut penting dimiliki oleh penyedia jasa pangan untuk menjamin keamanan dan kebersihan produknya bagi konsumen.
BACA JUGA: Orang Tua Tuntut Keterbukaan Terkait MBG
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widyantoro menjelaskan, kewajiban kepemilikan SLHS bagi SPPG masih merujuk pada kebijakan pusat. Meski begitu, ia menegaskan sebagian SPPG di Bantul yang berawal dari usaha katering sudah mengantongi sertifikat tersebut. “Yang SLHS ada dua. SPPG yang terdata ada 33,” katanya, Jumat (26/9/2025).
Pihaknya mendorong agar SPPG proaktif dalam mengurus SLHS guna memastikan bahwa layanan makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan kepada murid terjamin keamanannya. "Pengurusannya termasuk gampang, setelah diperiksa petugas kami nanti akan ditembuskan ke dinas terkait untuk proses perizinannya," ungkap dia.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto menyebut, kepemilikan SLHS tidak serta merta bisa diperoleh tanpa proses. Setiap SPPG wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan lebih dulu, mulai dari cara pengolahan, penyimpanan bahan makanan, hingga penyajian makanan matang.
“Prosesnya dimulai dengan pelatihan keamanan pangan. Setelah itu kami lakukan supervisi langsung di lapangan untuk memastikan standar kebersihan, mulai dari air bersih, pengolahan, hingga penyajian. Kalau sudah memenuhi syarat, baru bisa mengajukan penerbitan SLHS,” jelasnya.
Ia menegaskan, SLHS berlaku untuk semua usaha boga, baik katering, rumah makan, restoran, hingga SPPG. Penerbitan sertifikat dilakukan melalui Dinas Perizinan setelah Dinkes mengeluarkan hasil inspeksi. “Kalau semua sudah sesuai standar, bisa langsung diproses dan tidak ada biaya alias gratis,” ujarnya.
Dinkes Bantul mengaku terus mendorong SPPG agar proaktif mengurus sertifikasi tersebut, mengingat insiden keracunan pangan kerap terjadi di berbagai daerah. Namun, keterbatasan tim teknis membuat proses pendampingan dilakukan secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.