Musim Hujan Diprediksi Mundur, DPRD Bantul Siapkan Posko
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Meta Ayu Puspitantri, istri almarhum diplomat Arya Daru Pangayunan (tiga kiri) didampingi keluarga dan penasehat hukum memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (27/9/2025) (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP) masih jadi misteri. Istrinya, Meta Ayu Puspitantri, meminta penyelidikan transparan.
Perempuan yang akrab disapa Pita itu menyebut ADP adalah sosok terbaik yang pernah ia kenal dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian suaminya.
“Sebegitu berharganya Mas Daru bagi saya, bagi anak-anak, orang tua, dan keluarga. Saya sangat meyakini siapa pun yang pernah berinteraksi dengan beliau pasti merasakan ketulusan dan kebaikannya,” ungkap Meta, Sabtu (27/9/2025).
Pita mengenang perjalanan hidupnya bersama ADP sejak kecil. Ia bercerita, hubungannya dengan sang suami sudah terjalin sejak duduk di bangku kelas 5 SD di Jogja. “Kenangan kami bukan hanya saat menikah atau pacaran, tapi sejak kecil. Dari SD, SMP, sampai SMA, selalu ada cerita bersama. Hidup kami mungkin terlihat datar bagi orang lain, tapi bagi kami itu sangat membahagiakan,” ujarnya.
Menurut Pita, ADP dikenal sebagai pribadi penyabar, pendengar yang baik, dan selalu menjaga tutur kata. “Saya banyak belajar kesabaran dari beliau. Mas Daru tidak pernah neko-neko, dan kami sudah sangat cukup satu sama lain,” ungkapnya.
Pita juga menyampaikan harapan besar agar kasus kematian suaminya diselesaikan secara jujur dan transparan. Ia meminta tidak ada lagi framing negatif terhadap ADP. “Saya memohon kepada Bapak Presiden, Kapolri, dan Menteri Luar Negeri agar kasus ini dapat diungkap seterang-terangnya,” katanya.
Penasihat hukum keluarga ADP, Nicolai Aprilindo, menjelaskan alasan Pita baru berani berbicara ke publik. Menurutnya, Pita mengalami trauma mendalam setelah kehilangan suami secara mendadak, padahal keluarga tengah bersiap berangkat ke Finlandia menyusul penugasan ADP sebagai Sekretaris II KBRI Helsinki.
“Semua persiapan sudah selesai: paspor dan visa sudah ada, biaya perjalanan cair, bahkan keluarga besar dijadwalkan berangkat ke Jakarta sebelum ke Helsinki. Namun tiba-tiba kabar duka datang,” papar Nicolai.
Ia menegaskan, keluarga masih menyimpan banyak tanda tanya terkait kematian ADP yang hingga kini belum terjawab oleh penyelidikan Polda Metro Jaya. “Inilah yang menjadi tugas kita bersama. Kasus ini tidak boleh jadi kasus gelap, tidak boleh menguap begitu saja. Apalagi ini menyangkut seorang diplomat aparatur negara,” ujarnya.
Nicolai menambahkan, tim penasihat hukum sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri, Sugiono. Pihak Kemenlu, kata dia, juga mendorong agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. “Menteri Luar Negeri sangat berharap kasus ini dibuka, diungkap seterang-terangnya, demi ketenangan arwah almarhum dan demi moralitas jajaran Kemenlu,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Rachel/Febi kalah 16-21, 17-21 dari Treesa/Gayatri pada 16 besar Denmark Open 2026. Indonesia pun kehilangan seluruh wakil di ganda putri.