Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 di Balaikota Jogja, Sabtu (27/9/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 di Balai Kota Jogja, Sabtu (27/9/2025). Perlombaan tersebut diikuti ratusan peserta dari 14 kemantren di Kota Jogja.
Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Jogja, Mohammad Tahrir, menyampaikan MTQ tahun ini mengusung tema Menumbuhkan Spirit Qur’ani untuk Kota Jogja yang Hijau, Bersih, dan Berkelanjutan. Dengan tema tersebut, Kantor Kemenag Kota Jogja ingin mengajak masyarakat Kota Jogja untuk bersama-sama mengamalkan Al-Qur’an dalam menjaga lingkungan.
“Tujuannya MTQ menumbuhkan budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” katanya.
Selain sebagai kompetisi, MTQ juga menjadi ajang silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarkecamatan, serta menyeleksi kafilah terbaik untuk diperlombakan di tingkat provinsi. Mohammad menuturkan peserta termuda pada perlombaan kali ini berusia 8 tahun, sedangkan peserta tertua berusia 37 tahun.
BACA JUGA: Polda DIY Tindaklanjuti Isu Polairud Terlibat Distribusi BBM di Pantai Sadeng
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja, Ahmad Shidqi, menuturkan tema tersebut sejalan dengan program Pemkot Jogja dalam mengelola lingkungan melalui Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dan ekoteologi Kemenag. Ekoteologi yang diusung Kemenag merupakan konsep teologi lingkungan untuk menanamkan kepedulian pada alam sebagai bagian dari keimanan.
“MTQ ini tidak hanya sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga lingkungan hidup di sekitar kita,” katanya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mendorong agar spirit Qur’ani tidak hanya berhenti pada hafalan bacaan yang dilombakan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Spirit Qur’an harus dipraktikkan,” tegasnya.
Sementara itu, Susiyanti, 26, guru bahasa Inggris di salah satu pondok pesantren di Kota Jogja, mengaku telah mempersiapkan diri mengikuti lomba tersebut sejak satu bulan sebelumnya. Kali ini, dia akan menunjukkan kemampuannya dalam lomba tafsir Al-Qur’an berbahasa Inggris. Dia mengaku tantangan terbesar dalam mengikuti perlombaan tersebut adalah menerjemahkan makna ayat Al-Qur’an sekaligus menguasai bahasa asing.
“Kalau tafsir itu tidak hanya hafalan lafaz ayat, tapi juga mendalami makna sesuai tafsir ulama. Tantangannya lebih besar karena saya harus langsung mengalihkannya ke bahasa Inggris,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.