Embarkasi Haji Kulonprogo Belum Dongkrak Ekonomi UMKM
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Prosesi peresmian uji coba operasional Jembatan Pandansimo dari sisi Kulonprogo, Senin (29/9/2025)/ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo akan menjadikan lokasi sekitar Jembatan Pandansimo sebagai kawasan ekonomi baru.
Langkah ini diambil sebagai upaya menyikapi masifnya pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan menuju Jembatan Pandansimo. Namun tentunya rencana ini masih tahap awal karena harus menyiapkan lahannya terlebih dahulu.
BACA JUGA: PKL Dilarang Jualan di Bahu Jalan Jembatan Pandansimo
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, akan disiapkan penataan ruang sekitar 20 sampai 40 hektare untuk memfasilitasi pedagang. Namun luasan tersebut masih sebatas baru penetapan belum sampai penguasaan lahan.
"Tetapi minimal sudah ada konsep ide atau gagasan bisa menyiapkan zona untuk dagangan dan jasa baik di sebelah kanan maupun kiri jalan," katanya, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya memang sisi barat Jembatan Pandansimo menjadi ruang lingkup wilayah Kulonprogo. Masifnya PKL di barat Jembatan Pandansimo bukan rahasia lagi lantaran hampir setiap akhir pekan selalu ada yang berjualan. Bambang menegaskan, Pemkab Kulonprogo berusaha menetapkan ruang tersebut agar bisa menata pedagang sehingga bisa tetap berjualan di sana.
"Sekaligus mendorong kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Kulonprogo khususnya di sekitar Jembatan Pandansimo," ujar pria yang pernah menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kulonprogo ini.
Dia menilai, proses sekarang ini yang masih penyiapan lahan untuk penataan ruang sehingga belum bisa berbicara banyak. Namun, nantinya instansinya yang akan bertugas mengelola, mengkondisikan, dan mengkoordinasikan para pedagang.
Lurah Banaran, Haryanta mengakui memang ketika akhir pekan di bahu jalan menuju Jembatan Pandansimo banyak pedagang yang berjualan berbagai makanan. Menurutnya itu sudah ada sejak sebelum Jembatan Pandansimo ini diuji coba seperti sekarang.
"Coba dicek saja ketika Sabtu atau Minggu pagi atau sore pasti banyak pedagang yang berjualan karena dikunjungi warga ingin lihat Jembatan Pandansimo," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kulonprogo, Budi Hartono menilai, seharusnya tidak ada pedagang yang berjualan di barat Jembatan Pandansimo. Menurutnya, merujuk peraturan perundang-undangan yang berlaku terdapat pelarangan terkait mengganggu fungsi jalan. Lantaran para pedagang itu berjualan di bahu jalan.
"Maka Satpol PP Kulonprogo sepakat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan hal tersebut," ucapnya.
Diketahui memang selama sepekan ini Jembatan Pandansimo sudah mulai diuji coba operasional sampai Sabtu (4/10/2025). Selama uji coba akan dipantau Satpol PP untuk selanjutnya dievaluasi terkait dinamika pedagang yang berjualan. Budi berharap kepada masyarakat dengan kesadarannya untuk menyesuaikan uji coba dalam pemanfaatannya terhadap Jembatan Pandansimo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.