Perlinsos Jadi Basis Bansos 2027, Penerima Bantuan di Kulonprogo Wajib Daftar
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Prosesi peresmian uji coba operasional Jembatan Pandansimo dari sisi Kulonprogo, Senin (29/9/2025)/ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo akan menjadikan lokasi sekitar Jembatan Pandansimo sebagai kawasan ekonomi baru.
Langkah ini diambil sebagai upaya menyikapi masifnya pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan menuju Jembatan Pandansimo. Namun tentunya rencana ini masih tahap awal karena harus menyiapkan lahannya terlebih dahulu.
BACA JUGA: PKL Dilarang Jualan di Bahu Jalan Jembatan Pandansimo
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, akan disiapkan penataan ruang sekitar 20 sampai 40 hektare untuk memfasilitasi pedagang. Namun luasan tersebut masih sebatas baru penetapan belum sampai penguasaan lahan.
"Tetapi minimal sudah ada konsep ide atau gagasan bisa menyiapkan zona untuk dagangan dan jasa baik di sebelah kanan maupun kiri jalan," katanya, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya memang sisi barat Jembatan Pandansimo menjadi ruang lingkup wilayah Kulonprogo. Masifnya PKL di barat Jembatan Pandansimo bukan rahasia lagi lantaran hampir setiap akhir pekan selalu ada yang berjualan. Bambang menegaskan, Pemkab Kulonprogo berusaha menetapkan ruang tersebut agar bisa menata pedagang sehingga bisa tetap berjualan di sana.
"Sekaligus mendorong kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Kulonprogo khususnya di sekitar Jembatan Pandansimo," ujar pria yang pernah menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kulonprogo ini.
Dia menilai, proses sekarang ini yang masih penyiapan lahan untuk penataan ruang sehingga belum bisa berbicara banyak. Namun, nantinya instansinya yang akan bertugas mengelola, mengkondisikan, dan mengkoordinasikan para pedagang.
Lurah Banaran, Haryanta mengakui memang ketika akhir pekan di bahu jalan menuju Jembatan Pandansimo banyak pedagang yang berjualan berbagai makanan. Menurutnya itu sudah ada sejak sebelum Jembatan Pandansimo ini diuji coba seperti sekarang.
"Coba dicek saja ketika Sabtu atau Minggu pagi atau sore pasti banyak pedagang yang berjualan karena dikunjungi warga ingin lihat Jembatan Pandansimo," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kulonprogo, Budi Hartono menilai, seharusnya tidak ada pedagang yang berjualan di barat Jembatan Pandansimo. Menurutnya, merujuk peraturan perundang-undangan yang berlaku terdapat pelarangan terkait mengganggu fungsi jalan. Lantaran para pedagang itu berjualan di bahu jalan.
"Maka Satpol PP Kulonprogo sepakat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan hal tersebut," ucapnya.
Diketahui memang selama sepekan ini Jembatan Pandansimo sudah mulai diuji coba operasional sampai Sabtu (4/10/2025). Selama uji coba akan dipantau Satpol PP untuk selanjutnya dievaluasi terkait dinamika pedagang yang berjualan. Budi berharap kepada masyarakat dengan kesadarannya untuk menyesuaikan uji coba dalam pemanfaatannya terhadap Jembatan Pandansimo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.