Gaji ASN dan PPPK Pemkot Jogja Aman hingga Akhir Tahun
Pemkot Jogja memastikan pembayaran gaji ASN dan PPPK hingga akhir 2026 aman dengan dukungan DAU dan PAD yang melampaui target.
Smart City/Smart Province - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperkuat komitmen menuju kota cerdas melalui pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Smart City. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mengevaluasi implementasi program Smart City di Kota Jogja.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan menuturkan konsep Smart City yang diusung Pemkot Jogja tidak sekadar penggunaan teknologi dalam menjalankan laju pemerintahan, namun juga terkait dengan transformasi tata kelola kota yang transparan dalam pemerintahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Smart City bukan hanya soal digitalisasi, tapi bagaimana kota mampu meningkatkan kualitas hidup warganya secara cepat, adaptif, efisien, dan adil. Semua data dan layanan publik harus terintegrasi sehingga masyarakat dapat mengakses dengan mudah,” katanya di Hotel Horison Emerald Timoho Yogyakarta pada Rabu (1/10/2025) lalu.
Ia menilai integrasi layanan publik juga diperlukan untuk dalam pelaksanaan Smart City tersebut. Dia menilai integrasi layanan tersebut diperlukan antara lain dalam bentuk penyediaan data base untuk menunjang sektor pariwisata, transportasi dan persampahan yang menjadi sektor penting di Kota Jogja.
“Jangan sampai di hulu sampah sudah dipilah, tapi di depo digabung lagi. Smart City harus menghadirkan solusi nyata yang menyatukan semua elemen kota,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kota Jogja, Ignatius Trihastono menambahkan Smart City harus dipahami sebagai gerakan dinamis yang menjawab permasalahan yang ada di Kota Jogja. Langkah yang diambil pemerintah dalam memberikan layanan unggul pada masyarakat tidak selalu berbasis aplikasi digital, namun dapat pula dari gerakan masif yang dilakukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Misalnya, gerakan pemilahan sampah rumah tangga yang hasilnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Itu bagian dari smart environment karena mampu mengurangi volume sampah dari hulu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, digitalisasi tetap diperlukan untuk menjadi penunjang dalam percepatan penyaluran informasi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam layanan pemerintahan.
“Kalau digitalisasi hanya membuat orang kagum tanpa memberi manfaat, itu bukan Smart City. Prinsipnya, digitalisasi harus membuat layanan lebih murah, sederhana, dan mudah diakses,” ujarnya.
Forum ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat luas. Dia berharap forum semacam ini dapat terus berjalan sebagai wadah komunikasi strategis berbagai pihak.
“Mari jadikan forum ini ruang kolaborasi untuk menemukan solusi kreatif demi Jogja yang lebih cerdas dan berdaya saing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja memastikan pembayaran gaji ASN dan PPPK hingga akhir 2026 aman dengan dukungan DAU dan PAD yang melampaui target.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen penggalangan dana IDA22 Bank Dunia. Simak profil dan perjalanan kariernya.
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
UGM mengajak Paskibraka DIY memahami Merah Putih sebagai simbol memori kolektif, pengorbanan, dan harga diri bangsa Indonesia.
Peneliti Indonesia dan Australia mengembangkan TBScreen.AI untuk membantu skrining tuberkulosis berbasis AI dengan analisis ronsen kurang dari 5 detik.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% pada kuartal II/2026 didukung konsumsi domestik dan investasi.