Kebakaran di DIY Melonjak Saat Kemarau, Polda Intensifkan Patroli Titik Api
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko ditemui di UGM pada Rabu (1/10/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan riset untuk menciptakan test kit pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alat uji ini akan dikembangkan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.
Pengembangan test kit MBG ini diutarakan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Laksana menjelaskan, dalam program MBG ini BRIN akan berkontribusi dalam hal penciptaan test kit untuk mencegah keracunan.
"Kalau untuk MBG kami juga berkontribusi, khususnya saat ini kami fokus untuk yang pertama itu test kit. Test kit untuk mencegah keracunan," jelas Laksana pada Rabu (1/10/2025) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Gambaran awal, test kit yang disiapkan berbentuk seperti kertas. Dengan alat tersebut, makanan bisa dicek apakah sudah busuk atau mengandung mikroba berbahaya.
"Ya semacam test kit gitu yang pakai kertas gitu ya, rencananya begitu. Ya, betul [mengecek bakteri] persis. Kalau basi itu pasti ada bakteri. Ya, karena bakteri," katanya.
Apabila test kit ini dimiliki oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mereka, kata Laksana, bisa melakukan pengecekan langsung terhadap makanan yang telah dibuat. Ia menyebut alat uji tersebut cukup sederhana dan terbilang murah.
BACA JUGA: Bus Gratis untuk Siswa Disabilitas di Kulonprogo Ringankan Orang Tua
"Iya, jadi langsung saja dicek. Jadi itu kan mudah ya, sederhana dan tidak mahal. Ya, itu bagian dari pencegahan," jelasnya.
Laksana menegaskan, adanya test kit ini akan membuat pengelola SPPG lebih mudah untuk mengecek berbagai masakan yang telah diolah.
"Jadi untuk pengelola SPPG dia juga bisa lebih mudah ngecek produk yang dihasilkan," tandasnya.
Saat ditanya kapan test kit untuk MBG ini akan tersedia, Laksana mengatakan bila alat uji tersebut sesegera mungkin bisa selesai dibuat. "Ya, sesegera mungkin lah ya. Mestinya tidak terlalu sulit, tapi kami akan upayakan segera," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Jorge Martin masih memimpin MotoGP 2026, tetapi Marc Marquez hanya berjarak 19 poin dan Marco Bezzecchi 24 poin. Simak persaingan menuju GP Misano.
John Ternus mendapat target kompensasi US$58 juta sebagai CEO Apple. Simak rincian gaji pokok, bonus saham, dan perbandingannya dengan Tim Cook.
Prediksi Laos U20 vs Indonesia U20 Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Simak misi Garuda Muda, susunan pemain, jadwal, siaran langsung dan prediksi skor.
Google Maps punya banyak fitur yang jarang diketahui, mulai dari Gemini, AR, Street View, Lists hingga Immersive View. Simak 10 fitur yang wajib dicoba.
Remaja 18 tahun di Prancis merencanakan penculikan Kylian Mbappé dari balik penjara via Snapchat. Simak daftar 26 target dan performa Mbappé di lapangan.