Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
para siswa mengunjungi stan Taman Bacaan masyarakat (TBM) JikaKita dalam Festival Literasi Bantul 2025./ Harian Jogja - Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul menyebut skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Bantul 2025 mencapai 82,90 persen.
"Skor IPLM ini tertinggi kedua setelah Kota Jogja. Masuk kategori tinggi" kata Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Zanita Sri Andanawati, Rabu (1/10/2025).
Zanita mengatakan skor IPLM masuk kategori tinggi. Sementara IPLM secara nasional tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan demikian IPLM Bantul dan Kota Jogja termasuk paling bagus secara nasional.
Menurutnya skor IPLM tahun ini meningkat dibanding 2024 lalu 82,60 persen. Sekedar diketahui IPLM sebuah indikator yang digunakan pemerintah Indonesia untuk mengukur tingkat pembangunan literasi masyarakat melalui pengembangan perpustakaan sebagai sarana belajar sepanjang masa.
Dikatakan Zanita sebenarnya budaya membaca di Bantul sudah termasuk tinggi. Hanya tidak merata di tiap padukuhan. IPLM tertinggi masih pada wilayah perkotaan. Sementara di beberapa kalurahan dan padukuhan budaya baca masih kurang bahkan perpustakaan tidak menjadi pusat kegiatan utama. “Biasanya masih menggunakan tepat wisata atau kantor untuk bergegiatan, bukan perpustakaan yang ada di kalurahan,” ucapnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Literasi dan SDM, Pemkab Bantul Hadirkan Pojok Baca di Pelosok Dusun
Tingginya budaya baca di Bantul juga sejalan dengan tingginya tingkat kunjungan ke Perpustakaan Daerah Bantul. Saat ini kunjungan ke Perpustakaan Daerah Bantul mencapai 300-400 orang dalam sehari, meningkat dari sebelumnya di perpustakaan lama hanya 100-150 orang.
"Sekarang di Perpustakaan Daerah Bantul yang baru kami sampai kewalahan menerima kunjungan sampai ratusan orang dari sekolah. Belum lagi dari masyarakat umum, mahasiswa, dan aparatur sipil negara," ucap Zanita.
Bupati menekankan bahwa perpustakaan daerah hingga perpustakaan di tingkat kalurahan sampai padukuhan saat ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan harus menjadi pusat kegiatan masyarakat.
“Melalui pendekatan literasi berbasis inklusi sosial, perpustakaan hadir untuk memberdayakan masyarakat, membuka akses informasi, mendukung pendidikan sepanjang hayat, dan mendorong kreativitas generasi muda,” tegas Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.