Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya enam siswa di SD Negeri Piyaman 3 di Kalurahan Piyaman, Wonosari diduga keracunan usai mengkonsumsi menu dari makan bergizi gratis, Jumat (3/10/2025). Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, para korban sudah dibawa ke RSUD Wonosari guna mendapatkan pertolongan.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, sebagai pendamping program dari makan bergizi gratis di Gunungkidul langsung mendatangi lokasi, usai mendapatkan informasi adanya dugaan keracunan di SDN 3 Piyaman. Total ada enam siswa yang mengalami gejala muntah-muntah dan mual sehingga dilarikan ke RSUD Wonosari.
“Kondisinya terpantau stabil, mungkin nanti sore sudah diperbolehkan pulang,” kata Roni kepada wartawan, Jumat siang.
Dia menjelaskan, peristiwa ini masih sebatas dugaan keracunan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk menindaklanjuti kejadian ini. “Untuk kepastian harus ada pengecekan dengan mengambil sampel yang dikonsumsi. Sebab, ada yang makan tempe, anggur dan lainnya,” ungkapnya.
Roni berharap kepada pemilik SPPG untuk melakukan evaluasi hingga penyempurnaan terkait dengan kualitas sehingga menu yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi. Ia juga meminta, pengelola juga ikut bertanggungjawab saat terjadi kejadian luar biasa seperti dugaan keracunan atau yang lainnya.
“Penyempurnaan dalam program MBG [makan bergizi gratis] harus dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang,” katanya.
Gerak cepat untuk penanganan langsung dilakukan. Setelah dari RSUD guna melihat kondisi para korban, Roni langsung mendatangi lokasi dapur sehat untuk pengecekan.
“Pasti akan kami sampaikan, khususnya dalam proses perbaikan di dapur sehat. Apalagi untuk pengoperasian juga wajib memiliki SLHS,” katanya.
Salah seorang wali murid di SDN 3 Piyaman, Bowo mengatakan, usai mendapatkan informasi anaknya mutah di sekolah langsung menuju rumah sakit tempat dirawat. Berdasarkan informasi yang diterima, anaknya mutah usai mengkonsumsi susu dari makan bergizi gratis.
“Ada susu, nasi. Tapi, untuk buahnya tidak dimakan. Anak saya muntah setelah minum susu, katanya agak bau,” ungkapnya.
Ia berharap ada evaluasi terkait dengan pelaksanaan makan bergizi gratis. Hal ini diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya hal-hal tak diinginkan kelak di kemudian hari.
“[Keracunan MBG] Jangan sampai kejadian ini terulang. Makanya harus ada evaluasi hingga pengawasan yang ketat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.