Libur Sekolah, Kunjungan Wisata Sleman Tembus 921.851 Orang
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, SLEMAN—Rektor dan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta serta sejumlah pegiat demokrasi mengajukan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan aktivis Jogja, Muhammad Fakhrurrazi alias Paul. Penangguhan penahanan ini diajukan lantaran proses penangkapan dan penetapan tersangka Paul dianggap cacat prosedur.
Rektor UII, Fathul Wahid, mengatakan setidaknya ada dua alasan penangguhan penahanan. Pertama, penangguhan tersebut diberikan karena setiap orang berhak diperlakukan belum bersalah sampai ada putusan pengadilan yang sah. Apalagi proses penahanan cacat prosedur.
Kedua, langkah ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pembatasan kebebasan tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang atau berlebihan.
Kata Fathul, penangkapan tersebut merupakan wujud kriminalisasi terhadap aktivis masyarakat sipil. Kriminalisasi ini justru melemahkan kepercayaan publik, menutup ruang dialog konstruktif, dan justru menciptakan ketakutan.
“Proses penangkapan Paul menimbulkan keprihatinan, tidak transparan, dan tidak sesuai prosedur. Ini menimbulkan kesan kuat bahwa tindakan aparat lebih ditujukan untuk membungkam suara kritis daripada menegakkan keadilan,” kata Fathul dihubungi, Jumat (3/10/2025).
Menurut dia, perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian sah dari demokrasi yang sehat dan dijamin konstitusi. Tumpuhan harapan publik pun saat ini menjadi semakin terbatas. Lembaga yang seharusnya menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah semakin tumpul.
"Masyarakat sipil yang masih waras menjadi sedikit dari anak bangsa yang terus lantang menyampaikan kritik sebagai wujud rindu kepada Indonesia yang lebih baik. Paul ada di barisan ini," katanya.
Fathul mengingatkan negara yang sehat memerlukan masyarakat sipil yang kuat. Tanpa itu, benih otoritarianisme akan tumbuh subur. Negara seharusnya hadir melindungi kebebasan warganya, bukan justru mengekang.
"Kita tidak ingin hal ini terjadi di Indonesia. Karena itu, saya berharap Mas Paul segera dibebaskan. Saya bersama beberapa kawan lain dari UII dan juga lintas kelompok telah bersedia menjadi penjamin penangguhan penahanan Mas Paul," ucapnya.
Guru Besar UII, Masduki, mengatakan pengajuan penangguhan penahanan tersebut dilakukan sejak Rabu (1/10/2025). Dari UII Yogyakarta, ada lima orang yang mengajukan diri yang mana dia menjadi salah satu di antaranya.
Kepolisian Jawa Timur dianggap tidak melewati prosedur penangkapan dan penetapan tersangka. Tidak ada proses pemanggilan dan pemeriksaan. Hal ini dia anggap tidak wajar.
Dia bercerita setelah mendengar kabar penangkapan Paul, Masduki berkoordinasi dengan Fathul untuk memberikan pembelaan hukum. Koordinasi juga dilakukan dengan Forum Cik Di Tiro, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UII (PKB-UII), hingga LBH Yogyakarta.
“Kami kemudian memberikan jaminan penangguhan penahanan. Berkas juga sudah masuk ke Polda Jawa Timur,” kata Masduki ditemui di kantornya, Jumat.
Pengajuan permohonan penangguhan penahanan oleh UII tersebut juga menjadi wujud pesan moral untuk sitivas akademika. Perguruan tinggi harus memberi konsen terhadap aktivis demokrasi yang mengalami represi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Loyalitas pengguna iPhone meningkat pada 2026. Data CIRP menunjukkan 87% pembeli iPhone baru berasal dari pengguna Apple sebelumnya.
Koh Samui menjadi pulau terbaik Asia-Pasifik 2026 versi Travel + Leisure. Bali berada di posisi ketiga, sementara Sumba masuk 10 besar
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.