Advertisement
Rektor UII: Lulusan Harus Siap dengan Transisi dan Pergeseran Tantangan
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengingatkan kepada lulusan kampusnya agar siap menghadapi berbagai transisi setelah terjun ke masyarakat. Hal itu disampaikan dalam wisuda yang digelar Sabtu (25/1/2025). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengingatkan kepada lulusan kampusnya agar siap menghadapi berbagai transisi setelah terjun ke masyarakat. Hal itu disampaikan dalam wisuda yang digelar Sabtu (25/1/2025).
Fathul mengatakan transisi bersifat universal atau bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Transisi terjadi pada setiap orang, baik dalam bentuk perubahan karier, hubungan, kesehatan, atau bahkan identitas pribadi.
Advertisement
"Hari ini juga bisa menjadi bagian transisi dari hidup, dari status menjadi mahasiswa bertransisi menjadi alumni. Tantangan bergeser, tanggung jawab berubah, dan strategi untuk menghadapinya pun berbeda. Pun demikian ketika nanti berkiprah di dunia berkarya, sebuah transisi lainnya," katanya.
Ia mengatakan setiap transisi mengandung makna yang berbeda-beda. Karena itu susunlah narasi atas transisi hidup membantu kita memahami pengalaman, dan menempatkannya menjadi bagian dari cerita yang lebih besar. Kehidupan disusun dari cerita-cerita kecil yang saling terkait, yang perlu dibingkai dengan sebuah perspektif.
"Masa kini kita merupakan akibat dari pilihan-pilihan, baik besar maupun kecil-kecil, yang kita lakukan di masa lampau. Masa depan pun tak beda: merupakan akibat dari preferensi kita di masa kini, baik itu dalam bentuk urutan yang menguatkan atau yang reaktif," ujarnya.
Selanjutnya transisi hidup sering kali mengandung ketidakpastian. Bahwa tidak apa-apa jika kita belum memiliki jawaban untuk ketidakpastian. Alih-alih menghindarinya, namun didorong untuk menerima ketidakpastian sebagai bagian dari proses eksplorasi atau menemukan jalan baru.
"Kita juga disarankan untuk melihat transisi bukan sebagai ancaman, bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai peluang untuk bertumbuh. Dengan merangkul perubahan, terbuka jalan menuju kemungkinan dan wawasan baru. Masa-masa sulit dapat menjadi momen refleksi dan penemuan kembali diri," katanya.
Terakhir, kata Fathul, transisi adalah sebuah perjalanan. Karena itu, disarankan untuk menghargai proses dalam transisi dan tidak hanya berfokus pada hasil akhir. "Alih-alih terburu-buru menuju tujuan, ia mendorong kita untuk menemukan makna di setiap langkah perjalanan. Dengan kesadaran penuh, kita dapat lebih memahami emosi, kebutuhan, dan pelajaran yang hadir di tengah ketidakpastian," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
Advertisement
Advertisement







