Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Jogja. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mencatat ratusan rumah belum memiliki saluran limbah domestik, sehingga limbah rumah tangga selama ini langsung dibuang ke badan sungai dan berpotensi mencemari lingkungan.
Kondisi tersebut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Kelompok Substansi Penataan Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kota Jogja, Cicilia Novi, yang menyebut ratusan rumah tanpa saluran limbah domestik itu dihuni 967 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 2.737 jiwa. Berdasarkan pendataan, wilayah dengan jumlah rumah tanpa saluran limbah domestik tertinggi berada di Karangwaru, Pringgokusuman, dan Kricak.
“Iya [pembuangan limbah domestik] langsung ke sungai,” katanya, Jumat (23/1/2026).
DPUPKP Kota Jogja saat ini berupaya menekan jumlah rumah tanpa saluran limbah domestik melalui intervensi bertahap. Pada tahun ini, Pemerintah Kota Jogja mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,8 miliar untuk pengadaan saluran limbah domestik bagi 368 rumah yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Kami secara bertahap menyelesaikan pekerjaan rumah [berupa] sanitasi tidak layak ini. Kalau belum bisa tuntas tahun ini ya diteruskan di waktu berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan, mayoritas rumah yang belum memiliki saluran limbah domestik merupakan bangunan lama. Dalam beberapa tahun terakhir, ketentuan pendirian rumah baru di Kota Jogja telah mewajibkan adanya sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang tertuang dalam rancangan bangunan.
“Sekarang Persetujuan Bangunan Gedung [PBG] mensyaratkan pengelolaan sanitasi. Kami sering menerima permohonan izin penyambungan Saluran Air Limbah [SAL] dari rumah yang mengajukan untuk PBG ataupun tempat usaha, perkantoran, hotel, dan penginapan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengingatkan warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai agar tidak lagi mengalirkan limbah domestik secara langsung ke sungai. Menurutnya, keberadaan saluran limbah domestik yang memadai di sekitar sungai menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air.
“Harapan saya rumah-rumah di sekitar sungai jangan serta-merta terus mengalirkan air ke sungai,” katanya.
Ia pun berharap tersedia tempat pengolahan limbah yang layak, sehingga air buangan yang akhirnya masuk ke sungai berada dalam kondisi aman bagi lingkungan, seiring upaya berkelanjutan Pemkot Jogja memperbaiki sistem sanitasi dan pengelolaan limbah domestik di kawasan permukiman lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Thailand menang 4-0 atas Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel melawan Vietnam pada 29 September menjadi laga penting Grup B.
The Thao 247 menyoroti starting XI Timnas Indonesia yang seluruhnya lahir di luar Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Ceko vs Kroasia membuka Grup A3 Nations League 2026/2027. Simak jadwal, kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi susunan pemain.
Kenapa tiket pesawat domestik bisa lebih mahal dari luar negeri? Ini faktor avtur, pajak, persaingan, kapasitas, dan jarak penerbangan.