Satu Dekade Land of Leisures, 70 Persen Tenant Tahun Ini Brand Lokal
Land of Leisures (LOL) kembali hadir di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta dengan skala yang lebih besar pada perayaan satu dekadenya.
Kepala Diskominfosan Kota Jogja, Ignatius Trihastono (kiri), saat menyerahkan galon bekas secara simbolis di Kantor Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Jogja, Senin (22/9). Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong pengelolaan sampah berbasis wilayah. Dalam program ini, Pemkot menggandeng setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendampingi setiap wilayah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan setiap OPD akan mendampingi warga di setiap wilayah secara langsung dalam pengelolaan sampah. Setiap OPD diberikan tanggung jawab untuk mendampingi satu hingga dua kemantren. OPD turun mendampingi mulai dari pembagian galon atau ember untuk mengolah sampah, proses pengelolaan sampah yang dilakukan warga hingga memanen hasil pengelolaan sampah.
Dalam pengelolaan sampah tersebut, setiap rumah tangga akan menerima galon atau ember untuk menampung sampah sisa makanan. Kemudian, sampah tersebut akan diambil setiap hari oleh penggerobak yang membawa ember besar berkapasitas 25 kilogram.
“Galon dikembalikan lagi ke rumah tangga. Jadi mekanismenya sederhana, hanya dikeluarkan, dituang ke ember besar, lalu galon dikembalikan. Nantinya hasil pengumpulan ini dibawa transporter untuk digabungkan,”katanya, Selasa (23/9).
Dia menegaskan setiap OPD akan mendampingi setiap wilayah secara penuh hingga akhir 2025. “Saya minta OPD melakukan pendampingan secara melekat. Termasuk Satpol PP, sebanyak 650 personel akan mendampingi warga selama tiga bulan, sampai Desember 2025,” katanya.
Melalui program ini, Pemkot menargetkan pengurangan volume sampah organik harian hingga 100 ton. “Kalau sekarang total sampah masih sekitar 300 ton per hari, targetnya bisa turun menjadi 200 ton. Itu yang dikelola,” katanya.
Lebih Efektif
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jogja, Subarjilan, menuturkan jajarannya mendukung pengelolaan sampah yang didampingi setiap OPD. Menurutnya, pendampingan tersebut akan membuat pengelolaan sampah di setiap wilayah lebih efektif. "Setiap OPD akan berkoordinasi dengan mantri pamong praja, lurah atau lembaga masyarakat terkait, misalnya bank sampah, untuk sosialiasi pemilahan dan pengolahan sampah," katanya.
Setiap OPD akan mendampingi pemilahan dan pengolahan sampah warga melalui forum pertemuan di kemantren, kelurahan atau bank sampah. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah Kota Jogja yang diproduksi rumah tangga. "Targetnya tidak ada sampah organik dari wilayah yang dibuang ke depo, yang dibuang ke depo hanya residu. Jadi, ada kemandirian pengelolaan sampah organik di masing-masing wilayah yang dibangun mulai sekarang," ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, mendukung program tersebut. Menurutnya, pendampingan OPD tersebut akan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Dia menilai penampungan tersebut akan menekankan pada edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah. Dari situ, dia berharap program tersebut dapat mempercepat penangan sampah di setiap wilayah. “Ini akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, bahwa semua OPD di Kota Jogja menjadi orang tua asuh dalam pengelolaan sampah di setiap wilayah,” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Land of Leisures (LOL) kembali hadir di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta dengan skala yang lebih besar pada perayaan satu dekadenya.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
SPMB SD Kulonprogo resmi dibuka. SDN Brosot menerima 41 pendaftar di hari pertama, sementara SDN 1 Lendah baru mendapat tiga calon siswa.