Taj Yasin Minta Seluruh OPD Jateng Contek Pengembangan Desa Kranggan
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (tengah) bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (kanan)melepas ikan untuk menjaga ekosistem Sungai Code./ Ist
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong program waste to energy yang diluncurkan Pemerintah Pusat. Program pengolahan sampah tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menilai program Pemerintah Pusat yang mengubah sampah menjadi energi merupakan langkah yang baik untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada.
Pemkot Jogja pun kesulitan dalam mengolah sampah secara mandiri lantaran keterbatasan lahan untuk pengolahan sampah. Karena itu, pengolahan sampah menjadi energi perlu dilakukan bekerjasama dengan kabupaten dan kota yang lain di DIY. “Itu program dari Pemerintah Pusat, sehingga kalau Kota Jogja mendukung, karena sudah ada informasi awal bahwa Kota Jogja, Sleman, dan Bantul supaya bergabung, kemudian sepakat untuk membangun tempat pengolahan sampah menjadi energi listrik," katanya, Senin (22/9).
Menurutnya, Pemkot Jogja bersama pemerintah daerah lain telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung proyek tersebut. Meski begitu, realisasi program pengolahan sampah menjadi energi masih memerlukan waktu cukup panjang.
"Kami sudah sepakat, sudah tanda tangan MoU. Namun, semuanya butuh proses. Harus ditentukan dulu tempatnya, apakah di Bantul atau di Kulonprogo. Setelah itu untuk persiapan dan pembangunan butuh waktu kurang lebih dua tahun," katanya.
Ketika proyek ini berhasil, maka akan sangat membantu daerah dalam menyelesaikan persoalan persampahan secara berkelanjutan. Menurutnya, proyek tersebut akan berada di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemerintah Pusat.
Lantaran program tersebut belum terlaksana, Hasto mendorong masyarakat mengolah sampah dengan metode pengolahan sampah yang ada seperti Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas Jos. Dalam program tersebut masyarakat diminta untuk memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik, menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah, menghabiskan makanan, dan menggunakan wadah untuk makanan. Berbagai metode pengolahan sampah tersebut, menurut Hasto, mampu mengurangi volume sampah yang diproduksi masyarakat.
Koordinasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, mengakui masih ada timbunan sampah di sejumlah depo di Kota Jogja selama beberapa hari terakhir. Jajarannya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY untuk mengurangi timbunan sampah di depo. Meski begitu, diperlukan waktu untuk mengosongkan timbunan sampah tersebut. “Kami telah melakukan langkah-langkah koordinasi untuk mengurangi timbunan sampah yang ada,” katanya.
Rajwan mengaku timbunan sampah di depo masih terjadi lantaran kuota Kota Jogja untuk membuang sampah ke TPA Piyungan masih terbatas. Pihaknya pun mendorong masyarakat turut mengolah sampah untuk mengurangi timbunan sampah, antara lain menggunakan program Mas Jos. Menurutnya, metode tersebut dapat mengurangi volume sampah harian masyarakat.
Salah satu penggerobak di Kemantren Mantrijeron, Tri, menilai pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Jogja belum optimal. Dia mengaku masih kesulitan untuk menyalurkan sampah dari rumah warga ketika depo ditutup. Untuk itu, Tri berharap Pemkot Jogja mempermudah penggerobak untuk menyalurkan sampah tersebut. “Depo jangan asal ditutup, karena kami juga berupaya untuk mengatasi permasalahan sampah,” katanya.
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, menilai program pengolahan sampah menjadi energi akan terealisasi pada 2027. Program tersebut menggunakan anggaran dari Danantara. Selagi program belum berjalan, Pemkot Jogja perlu meningkatkan kemandirian pengelolaan sampah.
Seno menilai program Mas Jos dapat efektif mendorong masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri. Menurutnya, edukasi yang diberikan Pemkot Jogja dalam program tersebut dapat meningkatkan praktek pengelolaan sampah di masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.