Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis berupa sayur, ayam goreng lengkap dengan buah dan susu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SPPG Wonosari 1 terpaksa menghentikan operasional untuk melayani program Makan Bergizi Gratis mulai Senin (13/10/2025) hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini disebabkan kendala anggaran karena hingga Minggu (12/10/2025) belum ada transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Wonosari 1, Hyndun Astry, mengatakan biasanya anggaran dari BGN cair setiap dua minggu sekali. Total pencairan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan operasional pelayanan makan bergizi gratis, yaitu sekitar Rp400 juta sekali transfer.
Menurut dia, pengajuan anggaran pembayaran sudah dilakukan sejak awal Oktober. Sesuai kebiasaan, pencairan dilakukan satu minggu sebelum operasional dan dana sudah ditransfer.
“Sudah kami cek per Minggu (12/10/2025), ternyata belum ada transfer pembayaran program makan bergizi gratis dari BGN, sehingga pelayanan dihentikan sementara waktu,” kata Hyndun kepada wartawan, Senin siang.
Ia mengakui belum bisa memastikan kapan penghentian pelayanan MBG akan berakhir. Namun, Hyndun berjanji akan segera mengoperasikan layanan setelah ada transfer dana dari BGN.
“Nanti kalau dananya sudah cair, akan dioperasikan lagi untuk melayani makan bergizi gratis,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah mencoba mencari konfirmasi terkait keterlambatan pembayaran. Keterlambatan transfer tersebut dikarenakan adanya pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani.
Dampak dari penghentian operasi ini, sekitar 2.800 penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah dan balita terpaksa tidak mendapatkan menu makan bergizi gratis. “Hingga saat ini, kami masih menunggu transfer dana dari BGN agar bisa beroperasi kembali,” katanya.
Terpisah, salah seorang guru SD Negeri 1 Wonosari, Pipit Dianita, mengatakan pada Senin pagi pihaknya tidak mendapatkan pengiriman menu makan bergizi gratis. Pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa program ini diberhentikan sementara sejak Sabtu (11/10/2025) malam.
“Kami dapat WA dari SPPG Wonosari 1 yang intinya bahwa kemungkinan besar pengiriman menu ke anak-anak berhenti sementara,” katanya.
Meski demikian, Pipit juga tidak bisa memastikan kapan penghentian pelayanan akan berlangsung. Dampak dari penghentian ini, sejumlah orang tua kembali memberikan bekal kepada anak-anak atau mengirimkannya melalui ojek online.
“Total ada 508 siswa di SD Negeri 1 Wonosari yang menerima menu dari program makan bergizi gratis. Mudah-mudahan penghentian operasi tidak berlangsung lama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.