Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Logo Porda Gunungkidul 2025. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perolehan medali di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) dan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2025 membuat bonus atlet di Kabupaten Gunungkidul membengkak. Meskipun demikian, pemerintah kabupaten (Pemkab) tetap berupaya memberikan bonus ini sesuai dengan yang dijanjikan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto, mengatakan, awalnya Pemkab mengalokasikan Rp2,2 miliar untuk bonus atlet di gelaran Porda dan Peparda. Pagu ini diperkirakan cukup untuk target perolehan 45 medali emas di Porda dan 15 emas di Peparda yang diselenggarakan di Gunungkidul.
Namun, setelah kedua event terselenggara, jumlah medali yang diraih kontingen Gunungkidul melebihi target. Rinciannya, pada Peparda meraih 29 medali emas, 13 perak, dan 29 perunggu dan Porda mendapatkan 52 emas, 71 perak, dan 113 perunggu.
“Ini prestasi yang membanggakan karena bisa melampaui (sebelumnya tertulis 'melapaui') target yang dicanangkan,” kata Supri, Rabu (15/10/2025).
Keberhasilan ini berdampak pada bonus atlet yang akan diberikan. Dengan raihan yang melebihi target, maka total bonusnya akan lebih besar lagi.
“Setelah dihitung, untuk memberikan bonus atlet mencapai Rp2,7 miliar,” katanya.
Menurut dia, kekurangan bonus atlet sekitar Rp500 juta sudah dikomunikasikan dengan Pemkab. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih (Asumsi perbaikan nama: jika nama asli adalah Endah Subekti Kuntarningsih, maka tidak ada typo), kata Supri, berkomitmen untuk memberikan bonus tersebut sesuai dengan yang telah ditetapkan besarannya.
“Untuk peraih medali emas perorangan akan mendapat Rp15 juta per atlet. Sedangkan yang beregu, nominalnya akan dibedakan. Yang jelas, atlet berprestasi di Gunungkidul akan diberikan bonus sebagai penghargaan,” kata Supri.
Ketua Panitia Peparda-Porda Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, mengatakan, sebagai tuan rumah, Kabupaten Gunungkidul berhasil menyelenggarakan Porda dan Peparda dengan baik. Selama event berlangsung dengan aman dan lancar.
Di sisi lain, kontingen yang bertanding juga mampu memenuhi harapan. Pasalnya, baik Peparda maupun Porda, raihan medali yang diperoleh dapat melampaui target.
“Peparda targetnya hanya 15 medali emas, tapi yang diraih sebanyak 29 medali emas. Hal sama untuk Porda, dari target 45 medali emas tercapai 52 emas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.