Belum Ada Kasus Influenza Tipe A di Jogja, Puskesmas Diminta Tetap Waspada
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seiring dengan kondisi cuaca panas ekstrem atau musim pancaroba yang melanda Kota Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat ada 2.095 kasus pada 5-11 Oktober 2025. Kemudian ada 1.934 kasus pada 28 September-4 Oktober 2025.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah mengatakan tren penyakit pernapasan seperti ISPA, batuk, dan pilek mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal.
“ISPA termasuk dalam sistem surveilans dan dilaporkan setiap pekan. Kami melihat adanya peningkatan kasus yang berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya. Jika pada kondisi normal ISPA membaik dalam 2–3 hari, saat ini bisa mencapai seminggu hingga 10 hari," katanya Senin, (20/10/2025).
Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, karena cuaca ekstrem dapat memperparah gejala. Selain ISPA, paparan panas berlebih juga berpotensi menimbulkan dehidrasi hingga heat stroke, meskipun untuk wilayah Jogja kasus heat stroke belum ditemukan.
“Yang paling sering terjadi adalah dehidrasi, terutama pada orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas,” katanya.
Selain gangguan pernapasan, cuaca panas juga dapat menyebabkan iritasi mata dan masalah kulit akibat paparan langsung sinar matahari.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas berat saat cuaca terik, menggunakan alat pelindung diri seperti topi, payung, atau jas hujan saat hujan, serta menjaga kondisi tubuh tetap bugar. Dia juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi penyakit akibat perubahan cuaca yang ekstrem.
“Minumlah air yang cukup, sekitar dua liter per hari, gunakan pelembap kulit, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan hindari gorengan. Saat cuaca panas, cairan tubuh keluar lebih banyak, sehingga kebutuhan cairan pun meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.