Kasus Dugaan Pungli di Alkid, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pungli terhadap food truck Bolosego di Alkid Jogja masih didalami. Polisi belum menetapkan tersangka dan terus memeriksa saksi.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan arah kebijakan penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Jogja akan difokuskan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu.
Ia meminta agar mayoritas anggota koperasi berasal dari kalangan warga miskin agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
Hasto menyampaikan, koperasi ini bukan hanya wadah usaha, melainkan sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga. “Saya bilang sama Koperasi Merah Putih, anggotanya tolong mayoritas orang miskin. Kalau nanti anggotanya pengusaha semua, itu repot,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Ia berharap koperasi bisa menjadi instrumen nyata dalam menumbuhkan kesejahteraan lewat kegiatan ekonomi produktif yang pasarnya jelas.
Salah satu bentuk nyata yang dikembangkan yakni produksi Batik Segoro Amarto, yang diproyeksikan menjadi seragam bagi ASN di lingkungan Pemkot Jogja dan puluhan ribu pelajar di tahun depan. Menurut Hasto, model seperti ini bisa menjamin keberlanjutan usaha anggota koperasi karena memiliki pasar tetap.
“Meskipun anggotanya orang-orang miskin, saya akan usahakan mereka bisa sejahtera melalui produk sektor riil yang sudah punya pasar,” katanya.
Selain di sektor batik, Pemkot Jogja juga tengah mendorong koperasi untuk membentuk jaringan usaha mikro seperti warung kelontong dan reseller produk kebutuhan sehari-hari. Warung ini nantinya diharapkan menjadi agen air minum Jogja dan mendapatkan dukungan dari dana tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan.
“Kalau ada CSR, kelontong-kelontong itu kita subsidi agar bisa menurunkan harga sedikit tapi tetap untung. Jadi dia bisa melayani orang miskin, dan tetap sejahtera,” kata Hasto.
Wali Kota menambahkan, konsep pemberdayaan ini mendorong masyarakat miskin agar bisa menolong dirinya sendiri. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai “self-limited poverty”, yakni kondisi ketika warga miskin mampu keluar dari kemiskinan melalui gotong-royong antar sesama.
“Program bedah rumah itu contohnya, gotong-royong antar yang miskin kepada yang miskin. Saya yakin, itu bisa menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DinperinkopUKM) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan bahwa seluruh 45 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Jogja telah memiliki badan hukum dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Saat ini tinggal menunggu proses registrasi di Kementerian Koperasi dan UKM.
Tri Karyadi menambahkan, dari total 45 koperasi tersebut, sebanyak 13 sudah aktif mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah masing-masing, mulai dari penjualan sembako, agen layanan keuangan, hingga produksi batik.
Ia berharap seluruh koperasi dapat segera merancang model bisnis berkelanjutan seh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pungli terhadap food truck Bolosego di Alkid Jogja masih didalami. Polisi belum menetapkan tersangka dan terus memeriksa saksi.
John Herdman bangga membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dan meraih trofi pertama dalam sejarah.
Itjen Imipas menemukan 21 bangunan di luar Lapas Cibinong, 13 di antaranya tidak tercatat dalam sistem Barang Milik Negara.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Kalurahan Condongcatur. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Jadwal SIM Gunungkidul Selasa 6 Oktober 2026 di Balai Kalurahan Wiladeg. Selain layanan itu ada SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.