Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Ruas jalan Prambanan-Lemahabang. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan ruas jalan Prambanan–Lemahbang yang menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Gunungkidul diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan selatan Sleman.
Infrastruktur tersebut diyakini dapat memperlancar arus barang dan jasa, mempermudah mobilitas warga, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata.
Harapan itu disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya saat menyerahkan 113 sertifikat tanah hak milik kepada warga terdampak pembangunan jalan tersebut di Gedung Serbaguna Sambirejo, Prambanan, Kamis (23/10/2025).
Menurut Harda, jalan baru yang melintasi wilayah Sleman hingga Gunungkidul akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur yang baik, katanya, akan mempercepat distribusi hasil pertanian, menarik minat wisatawan, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
“Semakin baik infrastruktur jalan, semakin cepat pula pergerakan ekonomi. Prambanan yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan DIY akan lebih mudah diakses, sehingga peluang bagi UMKM dan sektor pariwisata semakin terbuka,” kata Harda.
Harda juga mengajak masyarakat ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas jalan dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Ia menekankan, pembangunan infrastruktur tak hanya soal fisik, tetapi juga penguatan hubungan antarwilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, Rin Andrijani, menjelaskan pembangunan jalan Prambanan–Lemahbang terbagi menjadi dua segmen, yakni segmen A dan segmen B. Segmen A mencakup Padukuhan Marangan, Gunungsari, Nglengkong, Mlakan, dan Gedang di Kalurahan Bokoharjo, sedangkan segmen B meliputi Padukuhan Umbulsari A, Klumprit 1, Gayam, Nawung, dan Lemahbang.
Luas lahan yang dibebaskan mencapai 336.755 meter persegi dengan total 454 bidang yang telah disertifikatkan bagi warga terdampak.
Kepala Kantor Pertanahan Sleman, Imam Nawawi, menambahkan penyelesaian sertifikasi tanah menjadi bagian penting dari proses pembangunan karena memastikan kepastian hukum bagi masyarakat. Tahun 2024 telah diterbitkan 87 sertifikat, sementara pada 2025 diserahkan 113 sertifikat tambahan.
“Dengan selesainya sertifikasi ini, warga bisa lebih tenang dan siap memanfaatkan peluang ekonomi dari pembangunan jalan tersebut. Kami akan terus menuntaskan sisa sertifikasi agar seluruh bidang terdampak segera memiliki legalitas,” kata Imam.
Dengan rampungnya proses sertifikasi dan pembangunan yang terus berjalan, jalan Prambanan–Lemahbang diharapkan menjadi jalur strategis baru yang mampu menghubungkan pusat-pusat ekonomi Sleman dan Gunungkidul, sekaligus memperkuat posisi kawasan selatan sebagai destinasi wisata unggulan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.