Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Murangan 7, Sleman. Langkah ini menjadi wujud pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, dari penyediaan hingga pengelolaan limbah.
Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, mengatakan komitmen pihaknya tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga menjaga agar kegiatan dapur MBG tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
“Kami mencoba mengintegrasikan pelayanan gizi dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Menyajikan Makanan Bergizi Tanpa Sisa, untuk Bumi yang Lestari,” ujar Joni, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, pengelolaan sampah dilakukan dengan pemisahan organik dan anorganik sejak dari dapur. Sampah anorganik diolah menjadi bio solar ramah lingkungan, sedangkan limbah organik diolah menjadi kompos bekerja sama dengan Masjid Nurul Asri Yogyakarta.
“Kami ingin menunjukkan bahwa program gizi bisa berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Anak-anak mendapatkan nutrisi, sementara bumi tetap terjaga,” jelasnya.
SPPG Margomulyo juga menerapkan sistem pelaporan sisa makanan secara ketat guna mendorong efisiensi dan transparansi publik. Seluruh aktivitas dapur diawasi 24 jam lewat CCTV untuk memastikan akuntabilitas dan mutu kerja sesuai standar.
Dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah penerima manfaat, seluruh tahapan dilakukan secara higienis dan tepat waktu. Joni turut melakukan monitoring dan evaluasi lapangan, mendengarkan masukan dari anak-anak dan guru, agar pelaksanaan program terasa lebih dekat dan manusiawi.
Dalam pengadaan bahan pangan, SPPG Margomulyo menggandeng BUMKalma, petani, dan pedagang lokal di wilayah Seyegan. Kolaborasi ini memastikan pasokan bahan segar sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Program Makan Bergizi bukan hanya soal memberi makan anak-anak, tapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang sehat dan berkelanjutan,” kata Joni.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanto, menyambut baik langkah tersebut. “Kerja sama ini menjadi solusi atas pengelolaan sampah hasil program MBG,” ujarnya.
Ia berharap SPPG lain bisa meniru inisiatif Margomulyo agar persoalan sampah di Sleman dapat ditekan tanpa menimbulkan penumpukan timbulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia