BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memastikan siap melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia). Wacana ini muncul setelah Kementerian Sosial (Kemensos) melebarkan sasaran program MBG yang sebelumnya hanya menyasar pelajar sekolah.
Meski begitu, Pemkab Kulonprogo masih menunggu perintah resmi dan arahan teknis dari pemerintah pusat terkait pelaksanaannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti begitu ada instruksi yang jelas dan rinci. Menurutnya, pelaksanaan MBG untuk lansia dan difabel tidak perlu menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
“SPPG yang sudah ada bisa dimaksimalkan jika di sekitarnya terdapat lansia atau difabel. Jadi tidak harus membentuk SPPG baru,” ujar Triyono, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, SPPG yang kapasitasnya masih memungkinkan dapat melayani tambahan penerima MBG dari kalangan lansia dan difabel. Namun, bagi SPPG yang sudah mencapai kapasitas maksimal, tidak disarankan untuk menambah beban distribusi.
“Misalnya ada SPPG yang menampung 3.000 hingga 3.500 porsi MBG, sementara ada yang hanya 2.500 porsi. Kalau sudah ada kejelasan instruksi, SPPG dengan kapasitas 2.500 porsi bisa ditambah untuk menyajikan bagi lansia dan difabel,” jelasnya.
Menurut Triyono, jumlah lansia dan difabel di Kulonprogo tidak sebanyak siswa sekolah, sehingga penambahan layanan masih bisa diakomodasi oleh SPPG yang sudah berjalan. Ia menilai pendirian SPPG baru khusus untuk kelompok tersebut belum menarik bagi investor karena skala kebutuhan relatif kecil.
“Kalau harus mendirikan SPPG khusus, mungkin tidak banyak yang tertarik berinvestasi karena jumlah penerima tidak dominan. Lebih baik yang sudah ada dimaksimalkan untuk melayani lansia dan difabel di sekitarnya,” katanya.
Untuk saat ini, Pemkab Kulonprogo masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Kemensos. “Sekarang belum ada pembahasan teknis soal penyaluran. Kami masih fokus pemerataan MBG untuk siswa. Kalau juklak dan juknis sudah ada, akan kami kumpulkan lagi koordinator wilayah SPPG,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Harian Jogja, jumlah penyandang disabilitas di Kulonprogo mencapai sekitar 5.000 orang, sementara jumlah lansia mencapai 90.411 jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.