Armada Kopi Roro Perluas Pemasaran Kopi Menoreh Kulonprogo
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memastikan siap melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia). Wacana ini muncul setelah Kementerian Sosial (Kemensos) melebarkan sasaran program MBG yang sebelumnya hanya menyasar pelajar sekolah.
Meski begitu, Pemkab Kulonprogo masih menunggu perintah resmi dan arahan teknis dari pemerintah pusat terkait pelaksanaannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti begitu ada instruksi yang jelas dan rinci. Menurutnya, pelaksanaan MBG untuk lansia dan difabel tidak perlu menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
“SPPG yang sudah ada bisa dimaksimalkan jika di sekitarnya terdapat lansia atau difabel. Jadi tidak harus membentuk SPPG baru,” ujar Triyono, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, SPPG yang kapasitasnya masih memungkinkan dapat melayani tambahan penerima MBG dari kalangan lansia dan difabel. Namun, bagi SPPG yang sudah mencapai kapasitas maksimal, tidak disarankan untuk menambah beban distribusi.
“Misalnya ada SPPG yang menampung 3.000 hingga 3.500 porsi MBG, sementara ada yang hanya 2.500 porsi. Kalau sudah ada kejelasan instruksi, SPPG dengan kapasitas 2.500 porsi bisa ditambah untuk menyajikan bagi lansia dan difabel,” jelasnya.
Menurut Triyono, jumlah lansia dan difabel di Kulonprogo tidak sebanyak siswa sekolah, sehingga penambahan layanan masih bisa diakomodasi oleh SPPG yang sudah berjalan. Ia menilai pendirian SPPG baru khusus untuk kelompok tersebut belum menarik bagi investor karena skala kebutuhan relatif kecil.
“Kalau harus mendirikan SPPG khusus, mungkin tidak banyak yang tertarik berinvestasi karena jumlah penerima tidak dominan. Lebih baik yang sudah ada dimaksimalkan untuk melayani lansia dan difabel di sekitarnya,” katanya.
Untuk saat ini, Pemkab Kulonprogo masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Kemensos. “Sekarang belum ada pembahasan teknis soal penyaluran. Kami masih fokus pemerataan MBG untuk siswa. Kalau juklak dan juknis sudah ada, akan kami kumpulkan lagi koordinator wilayah SPPG,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Harian Jogja, jumlah penyandang disabilitas di Kulonprogo mencapai sekitar 5.000 orang, sementara jumlah lansia mencapai 90.411 jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Pemprov Jawa Timur memberikan pembebasan denda dan keringanan pajak kendaraan bermotor selama 1–31 Agustus 2026. Simak rincian insentifnya.
Harga pangan nasional hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, cabai rawit merah Rp55.800 per kg dan telur ayam ras Rp29.650 per kg.
Maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di RS AMC Muhammadiyah Jogja, Sabtu pagi. Jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian pada Sabtu 1 Agustus 2026 bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.