DPRD Kota Jogja Matangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Rokok - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja telah menyita ratusan batang rokok ilegal hingga Oktober 2025. Razia terus digencarkan hingga akhir tahun 2026 untuk meminimalkan peredaran rokok ilegal.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat mengaku telah menyita 572 batang rokok ilegal pada Januari–Oktober 2025. Jumlah rokok ilegal yang disita tersebut berasal dari dua kali razia rokok ilegal yang dilakukan pada Mei dan Oktober 2025.
Untuk razia yang dilakukan pada Mei 2024 pihaknya menyita 352 batang rokok ilegal, sementara pada Oktober 2025 pihaknya menyita 220 batang rokok ilegal.
Peredaran rokok ilegal tersebut ditemukan di beberapa toko kelontong yang berada di Jalan Kenari dan Jalan A. M. Sangaji. Di toko kelontong tersebut pihaknya menemukan rokok dengan berbagai merk yang tidak memiliki pita cukai.
“Petugas juga menemukan pelanggaran lain berupa pita cukai yang tidak sesuai dengan jumlah isi rokok yang tertera pada bungkus,” katanya, Minggu (9/11/2025).
Beberapa pedagang yang kedapatan menjual rokok ilegal telah diberikan saksi berupa denda. Selain itu, saksi lain dapat diberikan berupa penghentian sementara merk rokok tersebut. Peningkatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Kota Jogja itu digelar melalui koordinasi dengan bea cukai.
Pihaknya bersama dengan Bea Cukai Yogyakarta akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran rokok olegal. Razia digelar untuk memastikan tidak ada rokok ilegal yang beredar di Kota Jogja.
“Kami bersama akan terus memantau dan menindak keberadaan rokok ilegal tanpa cukai di Kota Jogja untuk memastikan peredaran rokok ilegal bisa ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.