PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Pemain PSS Sleman berlatih./ist-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Antusiasme suporter PSS Sleman kembali membludak. Meski kuota naik menjadi 14.000 kursi, tiket laga kontra Persiku Kudus langsung habis, disambut positif oleh Pelatih Ansyari Lubis.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (17/11/2025). Pada laga kandang dengan penonton di Stadion Maguwoharjo kontra Kendal Tornado FC, 9.000 tiket penonton ludes terjual. Di laga kandang selanjutnya kontra Persipura, kuota penonton naik jadi 13.000 dan lagi-lagi tiket habis tak tersisa.
Kini, meski ada tambahan 1.000 tiket sehingga kuota mencapai 14.000 penonton, tiket laga PSS Sleman melawan Persiku kembali ludes terjual. Habisnya tiket ini seolah menggambarkan dukungan penuh para suporter kepada tim kebanggaan Super Elja.
Kabar besarnya animo dukungan para suporter ini juga sampai di Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. Pria yang akrab disapa uwak tersebut menyambut gembira tambahan kuota penonton kali ini.
Ansyari menilai kehadiran para suporter menjadi keuntungan bagi para pemainnya menghadapi Persiku Kudus. Dia bilang siapa pun pemain yang diturunkan melawan Persiku punya modal positif yakni dukungan dari para suporter.
"Siapa pun pemain yang diturunkan pertandingan di kandang ini telah memiliki modal positif, yakni berupa dukungan suporter yang luar biasa," ungkapnya.
"Spirit ini yang harus pemain juga tampilkan pada pertandingan melawan Persiku," kata Ansyari, Jumat (14/11/2025).
Menurut Ansyari, dukungan kuat dari suporter akan menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi para pemain. Ansyari menginstruksikan para pemainnya untuk bermain habis-habisan demi meraih kemenangan.
"Dukungan yang luar biasa ini menjadi motivasi pemain serta seluruh tim menjadi lebih bersemangat dalam menjalani pertandingan. Tim pelatih menginstruksikan para pemain memberikan yang terbaik sehingga dukungan dari suporter tidak menjadi sia-sia," tegasnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.