Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.
JOGJA—Anggaran mitigasi bencana yang berpotensi menyusut akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 sebesar Rp753 miliar menjadi sorotan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.
Mengatasi itu, ia mendorong keterlibatan pengusaha melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk mendukung mitigasi bencana di DIY. Upaya ini dinilai penting mengingat besarnya risiko bencana dan keterbatasan anggaran pemerintah.
“Harapan kami di pencegahan ini pengusaha juga ikut bergotong royong. Caranya bagaimana? Boleh bantu pelatihan, memfasilitasi pelatihan mitigasi gempa, atau peralatan penanggulangan bencana. Intinya masyarakat Jogja ini untuk gotong royong kedaruratan keren,” kata Eko, Senin (24/11/2025).
Menurut Eko, pengalaman masyarakat Jogja menghadapi gempa bumi tahun 2006 dan erupsi Merapi 2010 menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi, khususnya saat darurat. Namun, di bidang pencegahan bencana, keterlibatan sektor swasta masih terbatas sehingga perlu dorongan melalui CSR.
Selain memanfaatkan CSR, DPRD DIY memiliki strategi lain untuk mengantisipasi pemangkasan anggaran. Salah satunya, optimalisasi aset pemerintah agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, ia juga mendorong kepatuhan wajib pajak di tengah kebijakan pemerintah daerah yang tidak menaikkan pajak.
“Kami mengapresiasi bupati/wali kota di DIY sepakat untuk tidak menaikkan PBB, khususnya di Kota Jogja. Begitu juga pajak kendaraan bermotor. Tapi bagi yang belum bayar, harap membayar, kalau tidak mampu bisa dilaporkan agar ada kompensasi atau diskon,” jelas Eko.
Eko juga membeberkan sektor yang paling besar mengalami pemangkasan, yakni belanja modal. Pemangkasan TKD dinilai banyak dilakukan melalui efisiensi, namun program-program kerakyatan tetap dijalankan.
Pihaknya juga telah mulai memangkas anggaran perjalanan dinas DPRD DIY. Tahun ini, pengurangan tercatat sekitar Rp12 miliar, dan dana tersebut dialihkan untuk mendukung program kerakyatan.
“Ini kebijakan yang tidak mudah, tidak populer. Tapi kami harus ikat pinggangnya kencang banget,” ujar Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual