Kemarau Datang, Petani Dlingo Kembali Dikepung Monyet Ekor Panjang
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Beragam produk jamu yang ditampilkan dalam Festival Bergas Waras sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Rabu (26/11/2025) di halaman kantor Dinkes Bantul/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul mendorong jamu, herbal, dan terapi tradisional menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat melalui Festival Bergas Waras dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, di halaman kantor Dinkes Bantul, Rabu (26/11/2025).
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyebut wilayahnya memiliki warisan kuat dalam praktik pengobatan tradisional, terutama jamu dan berbagai teknik penyembuhan berbasis kearifan lokal.
“Pengobatan tradisional ini membawa efek yang cukup baik,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Agus, festival itu tidak hanya menghadirkan pasar jamu dan produk herbal lokal, tetapi juga layanan dari para pelaku pengobatan tradisional. Dinkes berharap masyarakat dapat mengenal praktik kesehatan tradisional lebih dekat dan menjadikannya bagian dari rutinitas menjaga kesehatan.
“Kami ingin membumikan warisan leluhur sebagai gaya hidup sehat masa kini, sesuai dengan tema acara ini,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja, menyatakan kesehatan tradisional telah mendapat payung hukum melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Regulasi itu memasukkan pengobatan tradisional sebagai bagian dari pelayanan kesehatan komprehensif.
Ia menekankan, praktik seperti jamu, empon-empon, hingga pijat tradisional telah terbukti secara empiris membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
“Bukti sudah ada, kepercayaan masyarakat juga tinggi. Ini pilihan yang baik untuk menggelorakan kembali upaya kesehatan tradisional agar lebih optimal,” katanya.
Ia mencontohkan, konsumsi jamu dan empon-empon menjadi langkah preventif yang terbukti membantu masyarakat selama pandemi Covid-19. “Kami berharap kesehatan tradisional tidak hanya dipandang sebagai alternatif, tetapi sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat di Bantul,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.