7 WNI Tewas dalam Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Peserta pelatihan desain produk berbasis teknologi di kalangan UMKM Disabilitas. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatihan digelar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk kreatif di Sanggar Kreatif Avta Mandiri, Prambanan, Sleman. Kegiatan yang digelar dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini merupakan lanjutan dari tahap koordinasi sebelumnya dalam rangka Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025.
Pelatihan fokus pada pengenalan prinsip desain produk seperti bentuk, fungsi, dan estetika, serta ide kreatif dapat diwujudkan melalui teknologi grafir kayu digital. Peserta pelatihan merupakan anggota komunitas disabilitas Avta Mandiri yang telah mengikuti tahap persiapan desain sebelumnya.
Adapun sejumlah dosen yang terlibat antara Nandang Septian (Ketua, Desain Produk), Silvya Bintang Ayu Candradewi (Desain Produk), Amar Leina Chindany (Desain Komunikasi Visual), dan Amanda Amalia Faustine Gittawati (Desain Media), dengan dukungan mahasiswa pendamping Aditya Alwin Alwaysa, Raheesh Hafid Mahardika, dan Ayunda Regina A.
"Pelatihan ini bertujuan gar para peserta tidak hanya memahami desain sebagai aspek visual, tetapi juga sebagai proses berpikir strategis. Desain produk bukan sekadar menggambar bentuk, melainkan memahami fungsi dan makna di baliknya. Dengan begitu, karya yang dihasilkan bisa lebih relevan dan kompetitif,” ujar Nandang Septian.
Adapun Silvya Bintang Ayu Candradewi menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi membangun pola kerja kreatif yang kolaboratif.
“Kami menggabungkan proses belajar desain dengan praktik langsung. Peserta menggambar ide mereka di kertas, lalu mencoba mengonversinya menjadi desain digital yang nantinya bisa digrafir ke media kayu,” katanya.
Ketua Avta Mandiri Sukamto menilai pelatihan ini membuka wawasan baru bagi para anggotanya. Khususnya dalam membuat desain berbasis teknologi.
“Biasanya kami membuat mainan kayu secara tradisional. Tetapi dengan pelatihan ini membuat desain dan teknologi, produk kami bisa punya karakter dan cerita sendiri,” katanya.
Salah satu anggota Avta Mandiri, Tri Wulandari mengaku pelatihan itu merupakan pertama kalinya ia menggunakan perangkat digital. “Awalnya saya takut salah. Tapi setelah dibimbing, ternyata menyenangkan. Kami bisa menuangkan ide sendiri tanpa harus menunggu orang lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.