Bekas PG Gesikan Bantul Diduga Simpan Struktur Cagar Budaya
Struktur bangunan diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta penyelamatan struktur sebelum pengembangan kebun kelapa.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/3/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul bersama Polres Bantul mulai mematangkan skema rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, menyatakan skema pengamanan sedang dimatangkan bersama Polres Bantul. Pekan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dalam menentukan manajemen lalu lintas yang optimal. Koordinasi ini penting untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa liburan.
Menurut Singgih, pos terpadu nantinya juga akan didirikan di sekitar Jembatan Kabanaran sebagai salah satu titik utama pengamanan arus kendaraan. Pos tersebut diprakarsai oleh Dinas Perhubungan DIY dan akan dioperasikan secara kolaboratif bersama Dishub dan Polres Bantul.
"Salah satu fokus utamanya nanti di Jembatan Kabanaran dan kami yang memfasilitasi posnya dengan personel petugas gabungan," katanya, Rabu (10/12/2025).
Selain pos terpadu di Jembatan Kabanaran, pengamanan di titik lain akan dilakukan secara mobile. Pola ini diterapkan baik pada malam Natal, perayaan Natal, hingga malam pergantian tahun. Simpang-simpang yang selama ini menjadi fokus pengamanan pada setiap agenda Nataru juga akan kembali dijaga sesuai pola rutin.
"Misalnya di kawasan Ringroad Selatan, Jalan Parangtritis arah ke pantai serta pertigaan Tembi," ujarnya.
Terkait rekayasa lalu lintas dan pola pengamanan secara detail, hal itu akan dibahas dalam rapat koordinasi minggu ini. Pertemuan tersebut digelar oleh Pemda DIY dengan melibatkan 17 kapanewon agar pengaturan lalu lintas berjalan terpadu di seluruh wilayah Bantul. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama.
"Kami dan Polres telah menyiapkan masing-masing rencana pengamanan yang selanjutnya akan disinergikan dalam rakor tersebut," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur bangunan diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta penyelamatan struktur sebelum pengembangan kebun kelapa.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.