Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten Bantul merencanakan pembangunan Taman Budaya Bantul sebagai salah satu program keistimewaan pada tahun anggaran 2026 mendatang. Proyek ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp20 miliar, meskipun hingga kini nilai pastinya masih dalam tahap finalisasi dengan Paniradya Kaistimewan DIY.
Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, menyampaikan bahwa terjadi penyesuaian anggaran dana keistimewaan untuk tahun depan. Namun, belum diputuskan program mana saja yang akan mengalami pencoretan atau penundaan. Salah satu program strategis yang direncanakan tetap berjalan adalah pembangunan Taman Budaya Bantul.
“Untuk program keistimewaan tahun depan memang ada penyesuaian anggaran, tapi belum final. Salah satu yang direncanakan dilaksanakan adalah pembangunan Taman Budaya Bantul, dengan rencana anggaran sekitar Rp20 miliar,” ujar Ari, Senin (15/12/2025).
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menjelaskan bahwa pembangunan Taman Budaya Bantul ditargetkan mulai dilakukan pada 2026 secara bertahap, sepanjang tidak ada perubahan kebijakan.
Seluruh proses perencanaan, penganggaran, hingga pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat, dengan sumber dana sepenuhnya menggunakan dana keistimewaan (danais).
“Dinas Kebudayaan nantinya menerima setelah bangunan jadi. Semua menggunakan danais,” jelas Yanatun.
Taman Budaya Bantul direncanakan berlokasi di wilayah Pajangan. Kompleks budaya ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas representatif, meliputi:
Keberadaan taman budaya ini diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi dan pengembangan bagi para pelaku seni dan budaya di Bantul.
"Kami harapkan Taman Budaya Bantul bisa menjadi pusat aktivitas seni yang representatif sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan daerah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.