Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Pegawai PPPK - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul meminta kepada PPPK Paruh Waktu untuk tidak khawatir terkait masa kerja. Meski baru dikontrak selama satu tahun, para pegawai ini tetap mendapatkan prioritas untuk diperpanjang pada tahun berikutnya.
Kepala Bidang Formasi Pengembangan dan Data Pegawai BKPPD Gunungkidul, Farid Juni Haryanto, mengatakan rekrutmen PPPK Paruh Waktu telah selesai dengan diangkatnya 1.992 Tenaga Harian Lepas (THL) menjadi pegawai tersebut. Ia tidak menampik dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatan, para pegawai memperoleh kontrak kerja selama satu tahun.
Menurut dia, masa kerja bukan hal yang perlu diperdebatkan. Pasalnya, para pegawai PPPK Paruh Waktu tetap berpeluang memperoleh perpanjangan kontrak pada tahun berikutnya.
“Kalau PPPK Penuh Waktu kontraknya lima tahun, tetapi pegawai ini [PPPK Paruh Waktu] dikontrak selama satu tahun. Namun, mereka juga mendapatkan prioritas untuk dikontrak pada tahun berikutnya,” katanya, Selasa (16/12/2025).
Farid menuturkan hal terpenting saat ini adalah terus menunjukkan kinerja yang baik dan tidak melanggar sanksi disiplin yang telah ditetapkan. Ia meyakini apabila mampu menunjukkan kinerja terbaik, perpanjangan kontrak hanya tinggal menunggu waktu.
“Saat kontrak akan berakhir, pasti ada evaluasi kinerja dari atasan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau kinerjanya baik, pasti akan diperpanjang sehingga tidak perlu khawatir terkait masa kerja,” katanya.
Disinggung mengenai gaji, Farid mengakui untuk saat ini besaran yang diberikan masih disamakan dengan bayaran sebagai THL. Ia berdalih, besaran gaji juga bergantung pada kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
“Yang terpenting ada kejelasan status terlebih dahulu karena untuk gaji juga dipengaruhi kemampuan keuangan daerah. Namun, tetap ada upaya agar para pegawai bisa lebih sejahtera karena pegawai PPPK Paruh Waktu dapat menjadi pegawai penuh dengan catatan lolos seleksi saat ada lowongan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan komitmen para pegawai yang selama ini mengabdi di Pemkab Gunungkidul. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa pengangkatan tersebut merupakan bentuk amanah untuk melayani dalam struktur birokrasi yang ada.
“Kedisiplinan adalah fondasi dan cerminan integritas serta tanggung jawab sebagai ASN. Oleh karena itu, para pegawai harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Mbak Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.