Alfamart dan Cussons Baby Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat
Kolaborasi tersebut menargetkan lebih dari 2.800 penerima manfaat melalui pelaksanaan Posyandu di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah
Dirut Bank Bantul, Bambang Suryo Wibowo. - Harian Jogja/Yosef Leon
BANTUL—Kendati kondisi perekonomian secara umum masih belum sepenuhnya stabil, sejumlah optimisme tetap mengiringi datangnya 2026.
Salah satunya adalah dari Direktur Utama PT. BPR Bank Bantul, Bambang Suryo Wibowo. Kepada Harian Jogja, dia menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi DIY pada tahun depan, tak terkecuali Kabupaten Bantul.
Menurut Bambang, Bank Bantul tetap melihat peluang pertumbuhan, baik dari sisi bisnis perbankan maupun ekonomi daerah.
Berdasarkan berbagai literasi dan proyeksi yang diikutinya, pertumbuhan ekonomi DIY, termasuk Bantul, diperkirakan masih berada di kisaran di atas 5%, bahkan mencapai sekitar 5,7%. “Walaupun ada efisiensi dari pemerintah daerah maupun pusat, kami tetap optimistis sektor-sektor unggulan di Bantul masih bisa tumbuh,” ujarnya, Rabu (17/12).
Sebagai bank milik daerah, Bank Bantul berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi dengan fokus penyaluran kredit, khususnya kredit modal kerja dan investasi.
Tahun depan, sektor jasa menjadi salah satu sasaran utama, mengingat struktur ekonomi DIY yang didominasi sektor tersebut, termasuk jasa pariwisata dan konstruksi.
Bambang menyebut, sekitar 40% portofolio kredit Bank Bantul saat ini berada di sektor jasa. Sektor ini dinilai membutuhkan modal relatif besar, terutama untuk pembiayaan investasi. Selain itu, Bank Bantul juga mendukung kredit untuk proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Bantul.
Adapun, di sektor perumahan, Bank Bantul menargetkan pembiayaan bagi masyarakat menengah ke bawah, sesuai dengan karakteristik pasar di Bantul. Pembiayaan ini diarahkan untuk pengembangan perumahan serta investasi perorangan.
Sementara untuk pegembangan usaha mikro, pada tahun depan, Bank Bantul menargetkan penyaluran kredit UMKM sebesar 60% dari total rencana kredit, dengan nilai mencapai Rp180 miliar.
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025, di mana porsi kredit UMKM masih berada di kisaran 40%. Sisanya, sekitar 40%, dialokasikan untuk kredit konsumtif, termasuk skema potong gaji.
Kinerja 2025
Dari sisi kinerja, per tahun inj, Bank Bantul mencatat total aset sebesar Rp577 miliar. Dana pihak ketiga yang dikelola mencapai Rp221,8 miliar, yang bersumber dari dana masyarakat, pemerintah kalurahan, dan pemerintah daerah. Hingga saat ini, jumlah rekening tercatat sebanyak 68.843 rekening.
Sementara itu, total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp479,1 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 31% atau Rp152,8 miliar diserap oleh sektor UMKM.
Bambang menegaskan, pembiayaan UMKM menjadi fokus utama Bank Bantul sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.
“Sebagai BPR milik daerah, sudah menjadi tugas kami untuk menyalurkan dana masyarakat kembali ke sektor produktif, khususnya UMKM, agar ekonomi Bantul terus bergerak,” ucap dia. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi tersebut menargetkan lebih dari 2.800 penerima manfaat melalui pelaksanaan Posyandu di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.