Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi perayaan Hari Ibu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan Hari Ibu dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menyoroti tantangan nyata perempuan sekaligus menegaskan peran krusial ibu dalam ketahanan keluarga dan pembangunan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), GKR Hemas, dalam Puncak Acara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta, Rabu (18/12/2025). Menurutnya, perempuan dan ibu memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.
Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengusung tema “Srawung Wanodya: Tresna Ibu, Cahya Budaya.” Tema tersebut menekankan kebersamaan perempuan lintas generasi dan organisasi, sekaligus menguatkan nilai kebudayaan sebagai fondasi peran perempuan di ruang publik. “Merangkai cinta ibu menjaga warisan bangsa, yang menggambarkan ruang kebersamaan antara perempuan lintas generasi dan organisasi,” ujarnya.
Rangkaian Peringatan Hari Ibu 2025 telah berlangsung sejak 14 November, melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan penguatan kapasitas perempuan. “Meliputi kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial, sarasehan dan dialog penguatan kapasitas serta peran perempuan, hingga berbagai perlombaan edukatif dan kreatif,” katanya.
Puncak peringatan Hari Ibu tahun ini dirancang dengan tujuan strategis, antara lain penguatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
“Menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan antarorganisasi perempuan, memberdayakan perempuan melalui literasi keuangan dan edukasi, serta menegaskan kembali peran ibu sebagai pilar ketahanan keluarga dan bangsa,” tegasnya.
Dalam puncak acara tersebut turut ditampilkan sejumlah pertunjukan seni, salah satunya Vocalista Angels Choir yang membawakan lagu Bunda dari Potret serta lagu daerah Cublak-Cublak Suweng. Penghargaan juga diserahkan kepada para pemenang lomba yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menuturkan dinamika kehidupan modern membuat peran ibu semakin kompleks. Di satu sisi, ibu hadir di berbagai ruang kehidupan, namun di sisi lain masih dihadapkan pada keterbatasan akses dan ketimpangan struktural.
“Kita juga harus jujur mengakui bahwa masih banyak ibu yang menghadapi keterbatasan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan ekonomi dan partisipasi yang setara,” katanya.
Sri Sultan menegaskan komitmen pemerintah harus diwujudkan secara konkret, melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi perempuan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur