Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi perayaan Hari Ibu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan Hari Ibu dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menyoroti tantangan nyata perempuan sekaligus menegaskan peran krusial ibu dalam ketahanan keluarga dan pembangunan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), GKR Hemas, dalam Puncak Acara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta, Rabu (18/12/2025). Menurutnya, perempuan dan ibu memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.
Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengusung tema “Srawung Wanodya: Tresna Ibu, Cahya Budaya.” Tema tersebut menekankan kebersamaan perempuan lintas generasi dan organisasi, sekaligus menguatkan nilai kebudayaan sebagai fondasi peran perempuan di ruang publik. “Merangkai cinta ibu menjaga warisan bangsa, yang menggambarkan ruang kebersamaan antara perempuan lintas generasi dan organisasi,” ujarnya.
Rangkaian Peringatan Hari Ibu 2025 telah berlangsung sejak 14 November, melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan penguatan kapasitas perempuan. “Meliputi kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial, sarasehan dan dialog penguatan kapasitas serta peran perempuan, hingga berbagai perlombaan edukatif dan kreatif,” katanya.
Puncak peringatan Hari Ibu tahun ini dirancang dengan tujuan strategis, antara lain penguatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
“Menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan antarorganisasi perempuan, memberdayakan perempuan melalui literasi keuangan dan edukasi, serta menegaskan kembali peran ibu sebagai pilar ketahanan keluarga dan bangsa,” tegasnya.
Dalam puncak acara tersebut turut ditampilkan sejumlah pertunjukan seni, salah satunya Vocalista Angels Choir yang membawakan lagu Bunda dari Potret serta lagu daerah Cublak-Cublak Suweng. Penghargaan juga diserahkan kepada para pemenang lomba yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menuturkan dinamika kehidupan modern membuat peran ibu semakin kompleks. Di satu sisi, ibu hadir di berbagai ruang kehidupan, namun di sisi lain masih dihadapkan pada keterbatasan akses dan ketimpangan struktural.
“Kita juga harus jujur mengakui bahwa masih banyak ibu yang menghadapi keterbatasan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan ekonomi dan partisipasi yang setara,” katanya.
Sri Sultan menegaskan komitmen pemerintah harus diwujudkan secara konkret, melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi perempuan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.