Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang (kanan) saat ditemui di Kepatihhan, Selasa (23/12/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pengambilan paket Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah tidak bersifat wajib dan tidak ada pemaksaan bagi siswa.
Pihak sekolah maupun siswa diberikan kebebasan penuh untuk memutuskan apakah akan mengambil paket makanan tersebut atau tidak.
Sebelumnya, pelaksanaan MBG selama libur sekolah menuai beragam kritik dari masyarakat. Program ini dinilai kurang efektif karena mengharuskan siswa atau orang tua datang ke sekolah saat masa libur hanya untuk mengambil paket makanan. Selain itu, kualitas menu MBG selama libur juga sempat dipertanyakan karena dinilai tidak seoptimal saat hari sekolah aktif.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa kebijakan untuk tetap menjalankan MBG saat libur didasari pada prinsip bahwa pemenuhan gizi harus dilakukan setiap hari secara konsisten. “Dengan konsep seperti ini, kita akan berikan, tetapi tidak memaksa,” ujar Nanik saat ditemui di Kepatihan, Selasa (23/12/2025).
Nanik meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai kewajiban siswa datang ke sekolah. Ia menegaskan tidak ada pemaksaan dalam proses ini. Paket makanan tersebut dapat diambil oleh siapa pun yang mewakili siswa, dengan catatan jika pihak sekolah setuju untuk memfasilitasi dan orang tua memang menghendakinya.
“Jadi ada berita yang mengatakan anak-anak harus pergi ke sekolah, itu salah besar. Anak-anak boleh diambilkan oleh siapa saja, itu pun kalau sekolahnya mau atau orang tuanya menghendaki. Sekaligus saya jawab di sini agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.
Apabila pihak sekolah secara resmi menolak untuk memfasilitasi selama libur, maka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan menyalurkan jatah paket ke sekolah tersebut. Demikian pula bagi orang tua yang merasa keberatan, mereka tidak perlu mengambil paket MBG ke sekolah.
Mengenai variasi menu, Nanik mengakui adanya penyesuaian format makanan. Mengingat makanan tidak dikonsumsi langsung di area sekolah seperti biasanya, menu didesain agar tetap bertahan meskipun harus dibawa pulang, dengan tetap memprioritaskan kandungan gizi yang lengkap. Ia juga memastikan alokasi anggaran tetap sesuai standar, yakni Rp10.000 untuk siswa SD hingga SMA/SMK, serta Rp8.000 untuk anak usia PAUD dan TK.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, mengungkapkan bahwa beberapa sekolah di wilayah DIY telah mengambil langkah inisiatif untuk memudahkan siswa. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, sejumlah sekolah telah membagikan paket MBG secara "rapel" atau sekaligus.
“Beberapa sekolah sudah memberikan paket tersebut saat hari penerimaan rapot beberapa hari lalu. Jadi, siswa tidak perlu lagi bolak-balik ke sekolah saat masa liburan. Ini merupakan kesepakatan antara SPPG dan pihak sekolah agar prosesnya tidak rumit,” pungkas Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.