ISI Jogja Angkat Seni di Era AI Lewat Pameran Post-Machine Algorithm
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Tas kresek atau kantong plastik. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mulai mempertimbangkan penggunaan kemasan alternatif menyusul lonjakan harga plastik yang dipicu gangguan pasokan global.
Kenaikan harga ini terjadi seiring terganggunya suplai bahan baku plastik yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.
Produsen Mulai Lirik Botol Kaca
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, mengatakan produsen kini mengkaji ulang penggunaan kemasan, termasuk kemungkinan kembali ke botol kaca.
Menurutnya, sejumlah produsen minuman yang sebelumnya beralih dari kaca ke plastik kini mempertimbangkan langkah sebaliknya.
“Kami harus mencari alternatif. Beberapa produsen yang dulu menggunakan botol kaca lalu beralih ke plastik, sekarang mulai mempertimbangkan kembali ke kaca,” ujarnya dalam pameran di Jogja Expo Center, Rabu (8/4/2026).
Harga Plastik Naik hingga 100 Persen
Adhi mengungkapkan, harga plastik di tingkat pedagang dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat atau sekitar 100 persen.
Kondisi ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil, terutama karena kapasitas industri hulu plastik dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional.
Selain itu, sejumlah negara produsen juga mengurangi bahkan menghentikan produksi akibat kesulitan bahan baku.
“Karena itu, kami juga mencari alternatif pemasok dari luar Timur Tengah,” katanya.
Pameran Dorong Inovasi Industri
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menjelaskan pameran makanan dan minuman yang digelar berlangsung selama 8–11 April 2026.
Sebanyak 120 peserta ambil bagian, termasuk 30 pelaku UMKM. Pameran ini menampilkan berbagai produk, mulai dari bahan baku, makanan olahan, hingga teknologi pengolahan dan pengemasan.
Daud berharap ajang ini dapat mendorong peningkatan kualitas produk industri makanan dan minuman, baik skala UMKM maupun industri besar.
Selain potensi transaksi, pameran juga diramaikan berbagai kegiatan seperti kompetisi kuliner dan lomba memasak yang mengangkat makanan khas lokal.
“Nantinya ada kompetisi kuliner yang menampilkan makanan tradisional seperti mi godog dan jajanan pasar, yang juga akan dipromosikan di hotel dan restoran di Jogja,” ujarnya.
Pameran ini diharapkan memberi manfaat luas bagi pelaku usaha serta masyarakat, sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.