Hujan Diprediksi Mundur ke Desember, Pertanian Sleman Diminta Waspada
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Nyamuk Aedes Aegypti - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat penurunan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025 dengan nol kematian, berkat penguatan pencegahan dan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengungkapkan bahwa hingga pekan ke-52 tahun 2025, tercatat sebanyak 418 kasus DBD dengan nol kematian. Angka ini menurun tajam dibanding tahun 2024 yang mencapai 675 kasus dengan dua kematian.
“Gamping menempati posisi pertama kapanewon dengan kasus paling banyak,” kata Khamidah saat dihubungi, Senin (29/12/2025).
Berdasarkan data Dinkes Sleman, lima wilayah kapanewon dengan sebaran kasus tertinggi secara berurutan adalah:
Khamidah menjelaskan bahwa posisi tiga besar wilayah tersebut seringkali bergantian. Tingginya kepadatan penduduk serta mobilitas warga yang cepat di wilayah penyangga kota ini menjadi faktor utama pendorong persebaran virus dengue.
Langkah Pencegahan 3M Plus
Meski angka kasus menurun, Dinkes Sleman tetap menekankan pentingnya pencegahan. Masyarakat diimbau untuk konsisten menjalankan gerakan 3M Plus sebagai perlindungan utama.
“Kalau terkait upaya pencegahan kasus DBD, tidak jauh berbeda sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya,” jelas Khamidah.
Adapun empat pilar utama pencegahan yang harus dilakukan masyarakat meliputi:
Unsur Plus (+) dalam gerakan ini mencakup penggunaan losion antinyamuk, memasang kelambu saat tidur, menaburkan larvasida (abate) di penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
Dinkes Sleman juga terus memperkuat lini pertahanan melalui sosialisasi rutin dan pembentukan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Selain itu, dilakukan pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) secara berkala.
Pemerintah pusat dan daerah juga mengandalkan teknologi Wolbachia, bimbingan teknis bagi tenaga kesehatan, pemberian larvasida, hingga tindakan pengasapan (fogging) pada wilayah yang ditemukan kasus penularan aktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.