Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Nyamuk Aedes Aegypti - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat penurunan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025 dengan nol kematian, berkat penguatan pencegahan dan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengungkapkan bahwa hingga pekan ke-52 tahun 2025, tercatat sebanyak 418 kasus DBD dengan nol kematian. Angka ini menurun tajam dibanding tahun 2024 yang mencapai 675 kasus dengan dua kematian.
“Gamping menempati posisi pertama kapanewon dengan kasus paling banyak,” kata Khamidah saat dihubungi, Senin (29/12/2025).
Berdasarkan data Dinkes Sleman, lima wilayah kapanewon dengan sebaran kasus tertinggi secara berurutan adalah:
Khamidah menjelaskan bahwa posisi tiga besar wilayah tersebut seringkali bergantian. Tingginya kepadatan penduduk serta mobilitas warga yang cepat di wilayah penyangga kota ini menjadi faktor utama pendorong persebaran virus dengue.
Langkah Pencegahan 3M Plus
Meski angka kasus menurun, Dinkes Sleman tetap menekankan pentingnya pencegahan. Masyarakat diimbau untuk konsisten menjalankan gerakan 3M Plus sebagai perlindungan utama.
“Kalau terkait upaya pencegahan kasus DBD, tidak jauh berbeda sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya,” jelas Khamidah.
Adapun empat pilar utama pencegahan yang harus dilakukan masyarakat meliputi:
Unsur Plus (+) dalam gerakan ini mencakup penggunaan losion antinyamuk, memasang kelambu saat tidur, menaburkan larvasida (abate) di penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
Dinkes Sleman juga terus memperkuat lini pertahanan melalui sosialisasi rutin dan pembentukan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Selain itu, dilakukan pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) secara berkala.
Pemerintah pusat dan daerah juga mengandalkan teknologi Wolbachia, bimbingan teknis bagi tenaga kesehatan, pemberian larvasida, hingga tindakan pengasapan (fogging) pada wilayah yang ditemukan kasus penularan aktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.