Perda Keamanan Pangan Disahkan, Warung Tongseng Jamu di Bantul Turun
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan pohon rawan tumbang, terutama di ruas jalan provinsi dan nasional, menyusul keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten untuk melakukan penebangan sebelum terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap BPBD dapat langsung mengeksekusi penanganan pohon rawan tumbang di seluruh ruas jalan, termasuk ring road. Padahal, kewenangan penanganan pohon sebelum tumbang berada pada instansi pemilik jalan.
“Kalau masih berdiri dan belum tumbang, BPBD tidak bisa melakukan eksekusi. Kewenangan kami adalah penanganan dampak bencana, bukan penebangan preventif,” ujarnya, Kamis (1/1/2026)
Meski terbatas secara kewenangan, Mujahid menegaskan BPBD Bantul tetap memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana. Ke depan, pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan perangkat daerah serta pemangku jalan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Penilaian risiko pohon rawan tumbang akan difokuskan pada kondisi usia, kerimbunan, serta kekuatan perakaran, terutama di jalur padat lalu lintas dan dekat permukiman warga.
“Tujuannya memberi rasa aman bagi masyarakat. Potensi bencana harus dinilai sejak dini,” katanya.
Menurut Mujahid, persoalan utama yang selama ini terjadi adalah kurangnya komunikasi antarinstansi. Karena itu, BPBD Bantul berencana mengundang balai jalan provinsi dan nasional untuk duduk bersama menyusun langkah mitigasi terpadu.
“Kewenangan mitigasi tetap di kami, tapi eksekusi ada pada pemilik jalan. Ini perlu duduk bersama agar penanganan lebih cepat,” ucapnya.
Pada awal 2026, BPBD Bantul menargetkan koordinasi lebih intensif agar penanganan pohon rawan tumbang tidak selalu menunggu kejadian bencana.
Terkait aduan masyarakat, BPBD Bantul memastikan setiap laporan tetap diterima. Namun, tindak lanjut eksekusi akan disesuaikan dengan status jalan dan diteruskan kepada instansi berwenang.
“Kalau itu jalan nasional, kami koordinasi dengan pihak nasional. Prinsipnya keamanan masyarakat tetap diutamakan,” jelas Mujahid.
Ia juga mengimbau masyarakat aktif melaporkan pohon yang dinilai membahayakan, terutama di sekitar permukiman dan fasilitas umum.
Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir turut menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dalam penanganan pohon rawan tumbang di jalur non-kabupaten.
“Kalau jalannya jalan provinsi atau nasional, pemerintah daerah tidak bisa langsung bertindak. Harus koordinasi dengan provinsi atau pusat,” ujarnya.
Menurut dia, meski BPBD dan relawan siap siaga, proses penanganan kerap terkendala aturan kewenangan sebelum pohon benar-benar tumbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas