Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata Gunungkidul 2025 gagal memenuhi target. Selain penurunan kunjungan, potensi kebocoran retribusi menjadi perhatian serius.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan dari target awal sebesar Rp33,5 miliar, total pendapatan yang berhasil dihimpun hingga 31 Desember 2025 hanya menyentuh angka Rp30,4 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengonfirmasi adanya selisih sekitar Rp3 miliar dari perencanaan anggaran. Selain pendapatan, jumlah kunjungan wisatawan ke "Bumi Handayani" juga tercatat berada di bawah ekspektasi. Dari target 3,1 juta kunjungan, realisasinya hanya mencapai 2,8 juta wisatawan.
Eko menjelaskan bahwa kegagalan pencapaian target ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal yang signifikan. Salah satunya adalah kebijakan pelarangan agenda study tour oleh sejumlah pemerintah daerah lain, yang berdampak langsung pada volume rombongan wisatawan ke Gunungkidul.
Selain itu, faktor alam menjadi tantangan tersendiri mengingat destinasi wisata di Gunungkidul didominasi oleh wisata alam pantai dan gua. Cuaca ekstrem yang sering terjadi di tahun 2025 membuat minat wisatawan menurun karena alasan keamanan dan kenyamanan.
"Kami sudah melakukan berbagai promosi dan menyelenggarakan kegiatan (event) untuk mendongkrak kunjungan, namun realisasinya belum optimal sehingga berpengaruh pada target PAD," ujar Eko, Jumat (2/1/2026).
Antisipasi Kebocoran Retribusi di TPR
Menanggapi isu kebocoran retribusi masuk kawasan wisata, Dispar Gunungkidul berjanji akan memperketat pengawasan di setiap Tempat Pemungutan Retribusi (TPR). Eko tidak menampik adanya potensi praktik tersebut dan berencana menambah fasilitas CCTV di area TPR sebagai langkah transparansi.
Selain pengawasan teknologi, inspeksi mendadak (sidak) terhadap petugas pemungut retribusi akan lebih rutin dilakukan. Upaya ini diharapkan mampu meminimalisasi penyimpangan dana dan memastikan setiap rupiah dari wisatawan masuk ke kas daerah.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menegaskan bahwa melesetnya target PAD ini harus menjadi catatan merah bagi pemerintah daerah. Ia menyoroti potensi kebocoran retribusi yang masih terjadi dan meminta solusi konkret agar potensi pendapatan daerah tidak terus terbuang.
Ery menyarankan agar skema penarikan retribusi mulai dipertimbangkan untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Dengan sistem tersebut, Dinas Pariwisata diharapkan bisa lebih fokus pada fungsi pengembangan destinasi dan strategi promosi kepariwisataan yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur