Pernyataan Londo Ireng, Persma Se-DIY Desak Presiden Minta Maaf
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Situasi kantor yang diduga markas scam di Ngaglik pada Selasa (6/1/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Sehari setelah digerebek aparat kepolisian, kantor yang diduga menjadi markas penipuan daring (scam) di kawasan Ngaglik, Sleman, terpantau sepi. Para karyawan kantor tersebut disebut telah dibawa polisi pada Senin (5/1/2026).
Pantauan Harian Jogja di lokasi pada Selasa (6/1/2026) menunjukkan kantor yang berada di tepi Jalan Gito Gati itu dalam kondisi tertutup. Akses masuk ke halaman kantor terhalang rantai besi, sementara pintu-pintu bangunan tampak terkunci. Tidak terlihat aktivitas orang di sekitar lokasi.
Seorang saksi berinisial N mengatakan, penggerebekan berlangsung sejak siang hari. Polisi mulai berdatangan sekitar pukul 12.00 WIB dan membawa para karyawan menjelang sore.
“Pantauannya kemarin lumayan ramai. Hari-hari juga selalu ramai, buka 24 jam,” kata N.
Menurut N, keseharian kantor tersebut memang terlihat aktif dengan jumlah pekerja mencapai puluhan orang. Hal itu terlihat dari banyaknya sepeda motor yang terparkir hingga memenuhi halaman kantor.
Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci asal para pekerja. Namun, berdasarkan informasi yang didengarnya, para karyawan bertugas sebagai customer service (CS) atau admin.
“Enggak pernah tanya juga mereka orang mana. Setahunya cuma kerja di situ, katanya CS atau admin,” ujarnya.
Saat penggerebekan berlangsung, N menyebut banyak warga sekitar yang ikut menyaksikan dari luar area kantor. Para pekerja terlihat diangkut menggunakan kendaraan kepolisian. Menurut pengamatannya, para karyawan tidak mengenakan seragam khusus dan berpakaian bebas seperti aktivitas kerja sehari-hari.
“Pakai baju biasa, ada yang formal ada yang enggak, tapi ya bebas,” tandasnya.
Saksi lain berinisial J mengatakan situasi di sekitar kantor ramai sejak siang hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melihat polisi datang menggunakan dua truk, dua mobil patroli, serta sejumlah sepeda motor.
“Truk itu yang dipakai buat ngangkut orang-orangnya,” kata J.
J juga menyebut para pekerja di kantor tersebut bekerja sebagai admin dan menjalankan aktivitas selama 24 jam. Ia mengaku tidak pernah melihat adanya warga negara asing (WNA) di lokasi tersebut. Selain para karyawan, sepeda motor yang terparkir di halaman kantor juga turut diangkut polisi saat penggerebekan.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian membenarkan adanya pengungkapan dugaan tindak pidana scam di Jalan Gito Gati. Kantor tersebut diduga menjadi markas penipuan daring jaringan internasional.
“Benar, Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional di Jalan Gito Gati. Saat ini masih dalam proses pendalaman, progresnya akan kami sampaikan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl