Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Satu Jeep Wisata sedang melintas ruas jalan di Kawasan Kaliurang, Kalurahan Umbuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin (31/3/2025). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sektor pariwisata Sleman mencatat lonjakan signifikan. Lebih dari 833 ribu wisatawan berkunjung dan memutar uang hingga Rp362,79 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Edy Winarya, menjelaskan bahwa tingginya angka perputaran uang tersebut linear dengan durasi tinggal (length of stay) wisatawan. Rata-rata pelancong menghabiskan waktu 1 hingga 2 hari, atau tepatnya 1,53 hari di Sleman.
Sektor perhotelan menjadi primadona akomodasi. Edy menyebutkan rata-rata tingkat keterisian hotel atau okupansi selama periode libur 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 menyentuh angka 72,5%.
Rincian Belanja Wisatawan
Berdasarkan data Dispar, rata-rata belanja wisatawan berada di angka Rp750.000 hingga Rp1 juta per orang, dengan angka pasti sekitar Rp853.510. Terdapat tiga komponen pengeluaran terbesar wisatawan selama berlibur di Sleman.
"Akomodasi menjadi yang tertinggi dengan porsi 30,45 persen, disusul sektor kuliner sebesar 24,75 persen, dan belanja oleh-oleh sebesar 15,23 persen," ujar Edy.
Dari sisi preferensi destinasi, wisata alam masih mendominasi dengan porsi 56,34%. Wisata budaya menempati posisi kedua dengan 27,62%, sementara sisanya tersebar di berbagai destinasi wisata buatan.
Kaliadem dan Kaliurang Jadi Destinasi Favorit
Kawasan lereng Gunung Merapi masih menjadi daya tarik utama. Kawasan Kaliadem dan Kaliurang masuk dalam jajaran tiga besar destinasi favorit. Dari total kunjungan, sebanyak 38,88% wisatawan menyambangi Kaliadem dan 15,76% memilih Kawasan Kaliurang.
Data demografi menunjukkan mayoritas wisatawan berasal dari Pulau Jawa, yakni sebesar 99,31% atau sekitar 827.605 orang. Edy menegaskan bahwa pergerakan wisatawan pada periode Nataru kali ini jauh melampaui target awal yang dipatok di angka 250.000 hingga 300.000 orang.
Berikut adalah rincian jumlah kunjungan di sejumlah destinasi wisata selama periode libur Nataru:
Terkait pengelolaan, Edy memberikan catatan mengenai status kewenangan beberapa objek wisata sejarah.
“Kewenangan Pemkab Sleman ada beberapa candi di wilayah Kalasan dan Prambanan. Khusus Candi Ratu Boko itu kewenangan PT Taman Wisata Candi. Kami hanya dapat bagi hasil,” kata Edy saat dihubungi, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, Pemkab Sleman juga tidak mengelola langsung Bukit Klangon dan Kawasan Kaliadem. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menerima kontribusi melalui skema bagi hasil dengan pemerintah kalurahan setempat yang memiliki wewenang pengelolaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.