Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai. /Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat ada sebanyak 581 peristiwa bencana yang terjadi di speanjang 2025. Total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp5.065.560.000.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan, upaya kesiapsiagaan dan mitigasi kebencanaan wajib ditingkatkan. Hal ini tak lepas adanya potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, baik saat kemarau ataua di musim penghujan.
Di sepanjang 2025, ia mencatat ada 581 kejadian berkaitan dengan bencana. Jumlah ini terdiri dari angin kencang sebanyak 367 kasus, kebakaran ada di 75 titik, tanah longsor sebanyak 119 kejadian dan banjir terjadi di 20 lokasi,
“Yang paling banyak terjadi adalah angin kencang, kemudian di susul tanah longsor,” kata Nanang, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, untuk sebaran titik lokasi kebancanaan paling banyak terjadi di Kapanewon Wonosari ada 108 kasus, Nglipar sebanyak 58 kasus dan Semin tercatat 54 kasus. Selajutnya ada Karangmojo, Ngawen dan Semanu masing-masing 45 kasus.
“Peristiwa kebencanaan terjadi di 18 kapanewon di Gunungkidul. Tapi, dari peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Disinggung mengenai dampak kerugian akibat terjadi bencana, Nanang mengakui kerugiannya ditaksir mencapai Rp5.065.560.000. Selain itu, dari peristiwa itu juga berdampak rusaknya sejumlah fasilitas maupun rumah warga, yakni 299 rumah; 47 kandang; empat kendaraan; 20 instalasi listrik; delapan gedung; 21 kios; 89 talut; 56 jalan hingga fasilitas Pendidikan ada enam unit.
“Untuk mengurangi risiko bencana, upaya sosialisasi melalui program mitigasi kebencanaan akan terus digencarkan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menambahkan, berdasarkan kajian yang dilakukan, untuk kemarau ada potensi bencana kekeringan hingga kebakaran. Sedangkan di musim hujan ada beberapa potensi bencana saat mulai dari tanah longsor berada di zona utara seperti di Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen hingga Semin.
Di sisi lain, juga ada potensi angin kencang yang kerawanannya menyebar merata di seluruh Gunungkidul. Adapun potensi banjir juga ada ancaman, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Kali Oya sehingga kesiap-siagaan wajib ditingkatkan, khususnya pada saat musim penghujan.
“Dampak dari bencana hidrometeorologi harus diwaspadai. Upaya mitigasi juga butuh peran dan partisipasi aktif dari Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret Listyo Sigit menjadi sorotan media Singapura dan Malaysia.
Jadwal Liga Champions 5 November 2026 menghadirkan sembilan pertandingan. Real Madrid, Liverpool, Arsenal, dan Manchester City akan berlaga.
Pemkab Bantul menyiapkan sejumlah program prioritas dengan anggaran ratusan miliar rupiah untuk menekan angka kemiskinan menjadi 9,02%-9,32% pada 2027.
PSG menang telak 6-0 atas Villarreal di Liga Champions. Les Parisiens mengoleksi 12 poin dan kukuh di puncak klasemen.
Bodo/Glimt bermain imbang 0-0 melawan Lille di Liga Champions. Hasil ini menghentikan enam kemenangan kandang beruntun tuan rumah.