Gelombang Tinggi Sumbat Aliran Air, 55 Ha Lahan di Kretek Terendam
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
Penerangan Jalan Umum - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul menargetkan pemasangan 484 lampu penerangan jalan umum berbasis LED sepanjang 2026 untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Bantul, Agus Sutomo, merinci bahwa ratusan LPJU tersebut terdiri dari dua spesifikasi daya yang berbeda. Sebanyak 406 unit merupakan lampu penerangan jalan desa dengan daya 60 watt, sementara 78 unit lainnya menggunakan daya 90 watt.
“Kami akan memasang sebanyak 484 unit. Untuk penerangan jalan desa ada 406 titik dengan daya 60 watt, sedangkan yang 90 watt ada 78 titik,” kata Agus, Selasa (13/1/2026).
Seluruh lampu yang dipasang dipastikan menggunakan teknologi LED (Light Emitting Diode). Menurut Agus, Dishub Bantul kini sudah sepenuhnya beralih dari lampu konvensional dalam setiap pembangunan perlengkapan jalan baru.
“Semua LED. Kalau pembangunan sekarang, spesifikasinya sudah kita tetapkan LED semua,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa sebaran pemasangan LPJU mencakup hampir seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Hal ini dikarenakan sekitar 90 persen sumber anggaran pengadaan LPJU berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bantul.
Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan pada triwulan pertama sebelum memasuki fase pengadaan dan penentuan titik pemasangan. Dalam menentukan lokasi, Dishub Bantul mengedepankan aspek keamanan pengguna jalan.
“Prioritas tetap di daerah rawan kecelakaan, karena indikator kinerja utama kami adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” tegas Agus.
Meskipun penambahan fasilitas penerangan jalan sangat krusial, Agus mengingatkan bahwa penurunan angka kecelakaan juga sangat bergantung pada perilaku pengendara. Menurutnya, keberadaan rambu, marka, dan lampu penerangan tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.