148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Foto ilustrasi. Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan konservasi air tanah dan ruang publik di wilayah lereng Merapi mendorong pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mematangkan rencana pembangunan embung di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman Muhammad Nurrochmawardi menyampaikan, urusan administrasi perizinan pembangunan di Wonokerto relatif lebih lancar dibandingkan lokasi lain.
“Memang belum keluar perizinan penggunaan tanah kas desa-nya, tapi rekomendasi FPR [Forum Penataan Ruang] dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman sudah keluar,” kata Nurrochmawardi, yang kerap disapa Kelik, ketika dihubungi, Senin (19/1/2026).
Kelik menjelaskan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) selaku pengampu program untuk mempersiapkan seluruh tahapan pembangunan. Ia menargetkan seluruh perizinan dan dokumen teknis dapat diserahkan kepada BBWSSO pada Maret 2026. Seusai tahap tersebut, proses pengadaan barang dan jasa baru dapat dilakukan.
Embung yang direncanakan ini akan diberi nama Embung Watu Kucir. Selain berfungsi sebagai upaya konservasi air tanah, embung ini juga digadang-gadang menjadi destinasi wisata baru. BBWSSO akan menyediakan jogging track, toilet, dan area parkir bagi pengunjung.
Pelaksanaan program ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Dalam rencana awal, Embung Watu Kucir akan memiliki luasan sekitar 3.000 meter persegi. Namun, seusai adanya peninjauan ulang detail engineering design (DED), luasan tersebut berpotensi bertambah. Anggaran pembangunan satu embung diperkirakan menyedot APBD hingga Rp8 miliar.
“Kami baru akan melakukan peninjauan ulang untuk DED. Tapi luas embung utamanya ya sekitar 3.000 meter persegi. Kalau fasilitasnya masih menunggu review DED,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan harapan agar pada 2026 dapat terbangun dua embung di wilayah Sleman utara dan barat. Adapun mengenai pemanfaatan embung sebagai sarana latihan cabang olahraga dayung, ia belum dapat memastikan.
Pemerintah daerah menilai perlu adanya kajian mendalam terkait pemanfaatan embung di luar fungsi konservasi air tanah, agar penggunaan fasilitas ini di masa depan tidak menimbulkan persoalan baru dan tetap selaras dengan tujuan utama pembangunan infrastruktur lingkungan di kawasan rawan kekeringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.