Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Foto ilustrasi. Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan konservasi air tanah dan ruang publik di wilayah lereng Merapi mendorong pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mematangkan rencana pembangunan embung di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman Muhammad Nurrochmawardi menyampaikan, urusan administrasi perizinan pembangunan di Wonokerto relatif lebih lancar dibandingkan lokasi lain.
“Memang belum keluar perizinan penggunaan tanah kas desa-nya, tapi rekomendasi FPR [Forum Penataan Ruang] dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman sudah keluar,” kata Nurrochmawardi, yang kerap disapa Kelik, ketika dihubungi, Senin (19/1/2026).
Kelik menjelaskan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) selaku pengampu program untuk mempersiapkan seluruh tahapan pembangunan. Ia menargetkan seluruh perizinan dan dokumen teknis dapat diserahkan kepada BBWSSO pada Maret 2026. Seusai tahap tersebut, proses pengadaan barang dan jasa baru dapat dilakukan.
Embung yang direncanakan ini akan diberi nama Embung Watu Kucir. Selain berfungsi sebagai upaya konservasi air tanah, embung ini juga digadang-gadang menjadi destinasi wisata baru. BBWSSO akan menyediakan jogging track, toilet, dan area parkir bagi pengunjung.
Pelaksanaan program ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Dalam rencana awal, Embung Watu Kucir akan memiliki luasan sekitar 3.000 meter persegi. Namun, seusai adanya peninjauan ulang detail engineering design (DED), luasan tersebut berpotensi bertambah. Anggaran pembangunan satu embung diperkirakan menyedot APBD hingga Rp8 miliar.
“Kami baru akan melakukan peninjauan ulang untuk DED. Tapi luas embung utamanya ya sekitar 3.000 meter persegi. Kalau fasilitasnya masih menunggu review DED,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan harapan agar pada 2026 dapat terbangun dua embung di wilayah Sleman utara dan barat. Adapun mengenai pemanfaatan embung sebagai sarana latihan cabang olahraga dayung, ia belum dapat memastikan.
Pemerintah daerah menilai perlu adanya kajian mendalam terkait pemanfaatan embung di luar fungsi konservasi air tanah, agar penggunaan fasilitas ini di masa depan tidak menimbulkan persoalan baru dan tetap selaras dengan tujuan utama pembangunan infrastruktur lingkungan di kawasan rawan kekeringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Pekan terakhir Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai kekalahan Barcelona, kemenangan Real Madrid, dan drama degradasi Mallorca serta Girona.
BGN menegaskan pengajuan dapur MBG atau SPPG gratis tanpa pungutan biaya setelah muncul dugaan penjualan titik MBG di sejumlah daerah.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Mobil anggota DPR RI Gus Hilman mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan dua staf pendamping rombongan.