Tol Ruas Trihanggo Junction Sleman Ditarget Tuntas Agustus
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Bupati Sleman Harda Kiswaya - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi dibukanya Gerbang Tol (GT) Purwomartani di ruas Tol Jogja–Solo pada momentum Lebaran 2026. Kesiapan infrastruktur dan pengaturan lalu lintas menjadi perhatian utama.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan sejumlah aspek krusial yang harus disiapkan meliputi kondisi jalan utama, jalur alternatif, hingga pengaturan lalu lintas apabila gerbang tol tersebut difungsikan saat arus mudik dan balik Lebaran.
“Tentu infrastruktur jalan, kemudian aturan lalu lintasnya, kemudian jalur-jalur alternatif betul-betul harus kita siapkan,” kata Harda, Selasa (20/1/2026).
Harda meyakini pembukaan GT Purwomartani akan berdampak langsung terhadap meningkatnya arus kunjungan ke wilayah Sleman. Keyakinan ini merujuk pada lonjakan kunjungan yang terjadi saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
“Karena saya yakin arus lalu lintas [Lebaran] seperti Nataru kemarin, yang mana kunjungan ke Sleman itu jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.
Menurut Harda, peningkatan kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bagi Kabupaten Sleman. Namun demikian, ia menegaskan kesiapan infrastruktur harus menjadi prioritas agar peningkatan arus kendaraan tidak menimbulkan persoalan kemacetan.
“Ini pertanda baik bagi kami di Pemerintah Kabupaten Sleman, namun Sleman juga harus siap bagaimana menata infrastruktur kami, sehingga lalu lintas nanti bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.
Dari sisi ekonomi, Harda menilai dibukanya Gerbang Tol Purwomartani akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kemudahan akses diyakini akan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi aktivitas ekonomi.
“Kalau itu jelas, pasti. Dukungan untuk wilayah kami berkembang lebih baik, utamanya dari sisi ekonomi, sangat nyata. Karena mau masuk Sleman begitu mudah, dekat, dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling berpotensi terdampak positif jika GT Purwomartani dibuka. Selain itu, sektor pendukung lain seperti penginapan, pusat oleh-oleh, hingga kuliner juga diperkirakan ikut terdongkrak.
“Yang pasti pariwisata itu pasti. Kan kunjungan kemarin alternatifnya setelah Bali itu Jogja,” tuturnya.
Harda juga menyinggung kondisi kemacetan di Jalan Solo yang kerap terjadi sebagai indikator meningkatnya arus kunjungan wisata ke wilayah Sleman.
“Bisa anda lihat sendiri kalau Jalan Solo macet terus, itu pertanda kunjungan ke Jogja, utamanya di Sleman meningkat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam