Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 27 pasar ikan kelompok aktif di Kabupaten Sleman tercatat menyerap hingga 40% dari total produksi ikan daerah pada 2024, meskipun tingkat konsumsi ikan masyarakat masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat total produksi ikan sepanjang 2024 mencapai 55.253,98 ton, dengan sekitar 40% di antaranya terserap melalui pasar ikan kelompok yang tersebar di wilayah Bumi Sembada.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan distribusi dan serapan ikan di masing-masing pasar ikan kelompok belum merata. Sejumlah kelompok mencatat tingkat penyerapan yang masih rendah.
“Sisanya 60 persen, distribusi atau serapan ikan tidak melalui pasar ikan; bisa langsung dari pembudidaya ke pengecer di Sleman atau ke luar Sleman,” kata Wilyada saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data DP3 Sleman, tingkat konsumsi ikan masyarakat pada 2024 tercatat sebesar 37,38 kilogram per kapita per tahun. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada di level 36,03 kilogram per kapita per tahun.
Namun demikian, capaian konsumsi ikan Sleman masih tertinggal jauh dari rata-rata nasional yang mencapai 58,76 kilogram per kapita per tahun.
Menurut Wilyada, rendahnya konsumsi ikan tersebut tidak lepas dari kebiasaan dan kultur masyarakat setempat yang belum menjadikan ikan sebagai menu utama harian.
“Tidak seperti orang Sumatera dan Sulawesi yang memang budaya makan ikannya tinggi. Makanya Pemda Sleman juga mempunyai program gemar makan ikan,” katanya.
Sementara itu, Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman, Tony Lukito Triwibowo, menyebut produksi perikanan budidaya di Sleman relatif stabil sejak 2019 hingga 2025, dengan kisaran produksi antara 54.000 hingga 59.000 ton per tahun.
Menurutnya, jumlah produksi tersebut sejatinya sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Sleman.
“Produksi ini cukup jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Sleman,” ujar Tony.
Adapun rincian produksi perikanan budidaya di Sleman adalah sebagai berikut: pada 2019 sebanyak 59.620,28 ton; 2020 sebanyak 54.459,28 ton; 2021 sebanyak 54.716,13 ton; 2022 sebanyak 54.872,85 ton; 2023 sebanyak 54.967,12 ton; dan 2024 sebanyak 55.253,98 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.