PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Kombes Pol. Roedy Yoelianto, Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Sleman/ Instagram
Harianjogja.com, SLEMAN—Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo pada Jumat (30/1/2026). Keputusan ini diambil seusai audit internal menemukan dugaan kelalaian pengawasan pimpinan dalam penanganan perkara yang memicu kegaduhan publik.
Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono menjelaskan, hasil Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda DIY menunjukkan pengawasan pimpinan tidak dijalankan secara maksimal. Temuan tersebut dinilai berdampak pada kepastian hukum serta mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Pada hari ini, saya selaku Kapolda DIY telah menonaktifkan Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto terkait dengan temuan hasil audit dengan tujuan tertentu yang dilakukan Inspektorat Daerah," jelas Irjen Pol. Anggoro Sukartono di Sleman.
Kapolda menambahkan, audit yang dipimpin langsung Irwasda Polda DIY itu menemukan adanya kelemahan dalam kontrol dan pengawasan proses penegakan hukum. Kondisi tersebut dinilai memicu polemik luas di masyarakat dan berdampak negatif terhadap citra Polri.
Sebagai langkah cepat menjaga stabilitas organisasi, Kapolda DIY menunjuk Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Pol. Roedy Yoelianto sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Sleman. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Perintah Kapolda DIY Nomor: Sprin/146/I/KEP./2026 dan telah dilaksanakan serah terima tanggung jawab jabatan pada pukul 10.00 WIB.
Irjen Pol. Anggoro Sukartono berharap kehadiran Plh Kapolresta Sleman yang baru dapat segera memperbaiki pola pengawasan internal serta memastikan setiap penanganan perkara berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan.
Penonaktifan Kapolresta Sleman ini berkaitan erat dengan polemik kasus Hogi Minaya, tersangka yang terjerat proses hukum seusai mengejar pelaku penjambretan hingga mengalami kecelakaan fatal pada April 2025. Kasus tersebut menyita perhatian publik dan menjadi sorotan nasional.
Perkembangan perkara itu bahkan berujung pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada Rabu (28/1/2026). Dalam forum tersebut, DPR RI memberikan rekomendasi agar penyidikan terhadap Hogi Minaya dihentikan dengan pertimbangan tindakan yang dilakukan termasuk upaya pembelaan diri sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Tengah, Luthfi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan
OpenAI merilis ChatGPT for Teens untuk usia 13-17 tahun dengan Study Mode, pencegah nyontek, perlindungan tambahan, dan kontrol orang tua.
Bahlil Lahadalia memastikan pembatasan Pertalite untuk masyarakat desil 9 dan 10 masih dikaji dan belum berlaku.
PSIM Jogja memiliki nilai pasar Rp84,3 miliar dan masuk enam besar klub termahal Super League 2026/2027, namun Jean-Paul Van Gastel memilih realistis.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sanata Dharma mendampingi Karang Taruna Tunas Harapan di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo