18 Guru Kulonprogo Mundur, Gaji Minim Pilih Kerja di SPPG
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Virus - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Bumi Binangun. Imbauan ini disertai langkah pencegahan agar risiko penularan virus Nipah di Kulonprogo dapat ditekan sejak dini.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi nira atau aren. Ia meminta masyarakat tidak meminum nira langsung dari pohonnya karena berpotensi terkontaminasi kelelawar pada malam hari.
"Oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi," katanya kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Virus Nipah diketahui sebagai penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar. Selain itu, Dinkes Kulonprogo juga mengimbau masyarakat menghindari kontak dengan hewan seperti kelelawar dan babi yang diduga terinfeksi. Jika terpaksa melakukan kontak, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri (APD).
"Kami juga mengimbau cuci kupas buah secara menyeluruh dan buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar," lanjut Susilaningsih.
Dinkes Kulonprogo turut meminta masyarakat memastikan daging ternak dikonsumsi dalam kondisi matang sempurna. Upaya pencegahan lain yang ditekankan meliputi penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, khususnya bagi kelompok rentan.
Untuk memperkuat kewaspadaan virus Nipah di Kulonprogo, Dinkes melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan guna deteksi dini dan penemuan kasus.
Langkah lain yang ditempuh adalah promosi kesehatan terkait pencegahan dan kewaspadaan virus Nipah serta koordinasi lintas sektor dengan pendekatan one health.
"Koordinasi dengan BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan) sudah terjalin baik melalui SKDR maupun respon cepat adanya penemuan kasus. Sudah tersusunnya dokumen rencana kontingensi bisa menguatkan koordinasi," jelas Susilaningsih. Dokumen rencana kontingensi tersebut menjadi bagian dari strategi kesiapsiagaan apabila ditemukan indikasi kasus virus Nipah di Kulonprogo, sehingga respons dapat dilakukan secara terintegrasi bersama BKK dan fasilitas kesehatan setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.