Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit di Sleman Tembus Rp70.000
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Potret Junction Sleman yang menjadi pertemuan Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen. Dari area itu pula, Tol Jogja-Solo Paket 2.2C akan digarap ke arah Gamping./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2C resmi diterbitkan. Dengan turunnya SPMK tersebut, kontraktor mulai bersiap menjalankan tahapan pekerjaan di segmen yang mengarah ke wilayah Gamping.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo–Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, membenarkan bahwa izin resmi untuk memulai pekerjaan telah keluar.
“Sudah turun Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk [Tol Jogja–Solo] Paket 2.2C yang ke arah Gamping,” ujar Agung, Rabu (11/2/2026).
Bentang 7,96 Kilometer hingga Jalan Wates
Paket 2.2C membentang dari Junction Sleman di Tirtoadi hingga ke arah Jalan Wates, Gamping. Dari titik Junction Sleman, trase tol akan mengarah ke selatan, melintasi area selokan, kemudian menembus kawasan dekat minimarket di wilayah Trihanggo sebelum masuk ke Ring Road.
Di atas Ring Road, jalan tol akan dibangun secara elevated atau melayang hingga mencapai Simpang Demak Ijo.
“Dari Junction Sleman ke selatan, nyebrang selokan, terus nanti minimarket itu tembus masuk ke ring road. Nanti di atas ring road lagi sampai perempatan Demak Ijo,” jelas Agung.
Dari Simpang Demak Ijo, jalur tol akan berbelok serong ke barat memasuki kawasan permukiman, lalu berlanjut hingga tembus ke Jalan Wates, Gamping.
“Terus dari perempatan Demak Ijo nanti agak serong belok ke kanan masuk ke dalam lagi sampai tembus ke Gamping, Jalan Wates,” tegasnya.
Secara keseluruhan, panjang ruas Paket 2.2C mencapai sekitar 7,96 kilometer. Pada segmen ini akan dibangun satu pintu keluar, yakni Exit Tol Ambarketawang, Gamping.
“[Untuk panjangnya] 7,96 kilometer panjang 2.2C, untuk exit-nya di Ambarketawang, Gamping,” tandasnya.
Tahapan Awal dan Masa Kerja
Seiring turunnya SPMK, kontraktor mulai melakukan tahapan awal pekerjaan, termasuk clearing atau pembersihan lahan. Selain itu, sosialisasi kepada pemerintah kalurahan dan masyarakat sekitar juga akan dilakukan.
“Kami sudah mulai clearing. Nanti setelah ini kami mungkin akan sosialisasi ke Kalurahan dan masyarakat,” ujarnya.
Proyek Tol Jogja–Solo Paket 2.2C direncanakan memiliki masa kerja selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2025. Dengan keluarnya SPMK, kontraktor menyatakan kesiapan untuk menjalankan pekerjaan sesuai perencanaan yang telah disusun.
“Artinya kami sudah diizinkan untuk kerja. Surat perintah memulai kerja itu sudah turun, jadi kami sudah siap bekerja nanti tentunya dengan persiapan dan perencanaan yang kami optimalkan,” ungkap Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.