Stunting di Bantul Tak Selesai Saat Anak Keluar dari Kategori
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 1.061 calon jemaah haji Bantul dipastikan berangkat pada musim haji tahun ini dalam tiga kloter, yakni kloter tujuh, delapan, dan sembilan. Hal ini disampaikan Pelaksana Kementerian Haji Bantul, Tujilah, yang menyebut seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis telah memasuki tahap akhir (13/2/2026).
Pemberangkatan calon jemaah haji Bantul dijadwalkan bertahap mulai akhir April hingga awal Mei 2026 dengan rincian waktu keberangkatan yang sudah ditetapkan. Kloter tujuh akan diberangkatkan pada 29 April pukul 14.55 WIB, kloter delapan pada 1 Mei pukul 06.00 WIB, dan kloter sembilan menyusul pada 2 Mei pukul 10.40 WIB.
“Prosesnya sudah mem-visakan, membagi kloternya sudah fiks, tinggal nunggu keberangkatan,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Sebelum menuju embarkasi, seluruh calon jemaah haji Bantul akan dikumpulkan di kompleks Pemkab Bantul untuk mengikuti prosesi pelepasan resmi. Setelah itu, rombongan diberangkatkan menuju embarkasi di YIA (Yogyakarta International Airport) yang dipusatkan di Hotel Ibis.
“Di sana ada sambutan, pemeriksaan kesehatan, terus nanti pemberian passport, gelang, dan lainnya,” kata Tujilah.
Ia memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dan pemeriksaan kesehatan, telah rampung. Menurutnya, hanya jemaah yang memenuhi syarat istithaah atau kemampuan fisik dan kesehatan yang diizinkan melanjutkan tahapan keberangkatan.
“Bagi jemaah haji yang tidak dapat memenuhi istithaah, tidak bisa melakukan pelunasan dan tidak bisa berangkat,” ujarnya.
Tujilah mengungkapkan mayoritas calon jemaah haji Bantul yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar lama. Sebagian besar bahkan telah menunggu antrean sejak 2012.
Dari sisi usia, jemaah tertua tahun ini adalah Mardijiyono Kartosentono berusia 102 tahun asal Karanganom, Sitimulyo, Piyungan. Sementara itu, jemaah termuda adalah Vania Ulaya berusia 14 tahun asal Poncosari, Srandakan.
Menurut Tujilah, Vania dapat berangkat karena memperoleh pelimpahan porsi haji dari ayahnya yang telah meninggal dunia. Ia juga menjelaskan ketentuan usia minimal jemaah haji mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau di tahun ini sekarang sudah bisa usia minimal 13 tahun berangkat haji, kalau 2025 minimal sudah berusia 17 dan sudah menikah atau 18 tahun,” tambahnya.
Keberangkatan 1.061 calon jemaah haji Bantul tersebut menandai dimulainya fase akhir persiapan musim haji 2026 di tingkat kabupaten, dengan penguatan aspek administrasi, kesehatan, serta koordinasi teknis pemberangkatan menuju embarkasi YIA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.