131 Kg Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Bantul, Ancam Ikan Lokal
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 36 rumah warga di Kabupaten Bantul tercatat rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (18/2), dan kini BPBD Bantul tengah melakukan pendataan serta mengkaji kemungkinan bantuan rehabilitasi melalui anggaran belanja tak terduga (BTT). Langkah ini ditempuh untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai tingkat kerusakan masing-masing hunian.
Selain pendataan, petugas juga masih melakukan pembersihan material sisa hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya 36 rumah terdampak telah teridentifikasi.
"Kalau yang rumah, untuk sementara kemarin sudah ada bantuan terpal. Lalu ada bantuan logistik sederhana dan permakanan," ujarnya, Kamis (19/2).
Mujahid menjelaskan, dalam waktu dekat BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna membahas tindak lanjut rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Menurutnya, skema bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.
"Kalau kerusakannya sederhana kami sarankan untuk swadaya, kalau kerusakannya berat ini baru nanti akan dikoordinasikan apakah bisa menggunakan BTT atau sumber anggaran yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem Bantul pada Rabu lalu berdampak di 85 titik dengan jenis kejadian bencana yang beragam.
"Mayoritas pohon tumbang dengan dua korban luka-luka," jelasnya.
Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mereka merupakan warga Banguntapan dan Pajangan. "Yang Banguntapan itu terkena runtuhan atap rumah karena angin kencang, sementara yang di Banguntapan terkena pohon tumbang," ungkapnya.
Antoni menambahkan, hingga kini petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Ia juga memastikan bahwa status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Bantul masih berlaku sampai 24 April mendatang.
Dengan kondisi tersebut, BPBD terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, bersikap proaktif, serta mencermati kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem Bantul yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.