Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 36 rumah warga di Kabupaten Bantul tercatat rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (18/2), dan kini BPBD Bantul tengah melakukan pendataan serta mengkaji kemungkinan bantuan rehabilitasi melalui anggaran belanja tak terduga (BTT). Langkah ini ditempuh untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai tingkat kerusakan masing-masing hunian.
Selain pendataan, petugas juga masih melakukan pembersihan material sisa hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya 36 rumah terdampak telah teridentifikasi.
"Kalau yang rumah, untuk sementara kemarin sudah ada bantuan terpal. Lalu ada bantuan logistik sederhana dan permakanan," ujarnya, Kamis (19/2).
Mujahid menjelaskan, dalam waktu dekat BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna membahas tindak lanjut rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Menurutnya, skema bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.
"Kalau kerusakannya sederhana kami sarankan untuk swadaya, kalau kerusakannya berat ini baru nanti akan dikoordinasikan apakah bisa menggunakan BTT atau sumber anggaran yang lain," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem Bantul pada Rabu lalu berdampak di 85 titik dengan jenis kejadian bencana yang beragam.
"Mayoritas pohon tumbang dengan dua korban luka-luka," jelasnya.
Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mereka merupakan warga Banguntapan dan Pajangan. "Yang Banguntapan itu terkena runtuhan atap rumah karena angin kencang, sementara yang di Banguntapan terkena pohon tumbang," ungkapnya.
Antoni menambahkan, hingga kini petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Ia juga memastikan bahwa status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Bantul masih berlaku sampai 24 April mendatang.
Dengan kondisi tersebut, BPBD terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, bersikap proaktif, serta mencermati kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem Bantul yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.